Iklan Clarion

Aksi Kelangkaan BBM di Wakatobi Ricuh

SULTRAKINI.COM: WAKATOBI– Aksi demonstran terkait kelangka BBM bersubsidi di Wakatobi ricuh, Senin (10/6/2019). massa aksi melempar Kantor Bupati Wakatobi, karena dihalangi masuk oleh Satpol PP dan polisi.

Emosi massa yang mengatas namakan Barisan Orator Masyarakat (BOM) Kepton ini mulai tersulut karena lebih dari dua jam melakukan aksi, namun tak kunjung diterima oleh Bupati Wakatobi, Arhawi.

[ Klik Banner untuk ke Halaman Registrasi ]

Bahkan salah seorang orator aksi, Roziq beberapa kali memanjat pagar dan berhasil masuk hingga melempari kantor bupati namun kembali diamankan dan dikeluarkan oleh aparat keamanan.

“Terkait gesekan tadi, karena kami meminta kepada pihak kepolisian untuk mengfasilitasi kami untuk bertemu Bupati Wakatobi, tapi karena orang bupati tidak mau terima kami, maka teman-teman massa aksi memaksa masuk tapi pihak kepolisian menghalang masa,” ucap salah seorang orator, Jadu.

Keributan tersebut juga kembali terjadi di ruang Asisten I Bupati Wakatobi saat penjabat Sekda Wakatobi menerima massa aksi. Saat itu massa meminta agar menghadirkan beberapa pihak yang masuk dalam tim terpadu pemantau harga, namun hal itu tidak dapat di kabulkan oleh sekda sehingga membuat salah seorang massa memprotes hingga keluar, bahkan Kepala Dinas Perindag Wakatobi, Saifudin sempat dilempar menggunakan kertas oleh salah seorang masa aksi sehingga suasana forum sempat tegang.

Sementara itu, Korlap aksi, Roziq, meminta Bupati Wakatobi agar mencopot kepala Disperindag Wakatobi, Safiudin karena pada aksi yang dilakukan pada 17 Desember 2018 lalu, Kepala Disperindag Wakatobi berjanji jika dirinya tidak mampu menyelesaikan persoalan tersebut, maka ia kan mundur dari jabatannya.

Salah seorang orator aksi, Ali Munir, menjelaskan berdasarkan data yang didapat dari Depot Pertamina Kota Baubau, BBM sesuai dengan kebutuhan masyarakat karena BBM yang dibawa ke Wakatobi dihitung berdasarkan jumlah nelayan dan kendaraan di Wakatobi.

“Berdasarkan keterangan dari pihak Depot Pertamina Baubau, BBM jenis premium yang diangkut oleh PT. Fajar Mekar ke Wakatobi lebih dari cukup, yaitu berjumlah 500 ton dan solar sebanyak 250 ton perkali angkut. Biar masyarakat Wakatobi mandikan ini minyak tidak akan habis,” ungkapan

Dari jumlah premium yang begitu banyak, seharusnya tidak ada kelangkaan BBM di Wakatobi, sehingga ia menilai ada mafia yang sengaja memainkan harga BBM. “BBM yang begitu banyak dibawa kemana saja, jadi pasti ada mafia minyak,” terangnya

Ia menuding, ada mafia minyak di Wakatobi. “Dari empat APMS yang ada di Wangi-wangi semuanya jarang buka, minyaknya demanakan,” paparnya.

Menanggapi tuntutan masa, Bupati Wakatobi, H. Arhawi mengungkapkan besok ia akan menggelar rapat dengan para pengusaha APMS, agar menyampaikan aspirasi para demonstran.

“Jika nanti dalam rapat ditemukan kejanggalan maka kami akan lakukan teguran, jika itu wewenang pemerintah daerah. Dan teguran ini kami akan sampaikan juga ke pihak berwajib, jika ini tugas BPH Migas maka kita akan sampaikan atau pihak-pihak yang mempunyai wewenang lainnya, agar mereka memberikan teguran atau sangsi kepada APMS yang nakal.” Ucapnya

Amatan Sultrakini.com, dipulau Wangi-wangi sejak lebaran pada Rabu (5/6/2019) premium dijual 1/4 liter Rp 10 ribu oleh pengecer.

Laporan: Amran Mustar Ode
Editor: Habiruddin Daeng

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.