Aksi Penolakan UU Cipta Kerja Bergejolak di Kendari

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Sejumlah massa tergabung dalam 32 organisasi kemahasiswaan dan masyarakat, serta AJI berunjuk rasa di Kantor DPRD Sulawesi Tenggara menyuarakan penolakan UU Cipta Kerja, Kamis (8 Oktober 2020).

Pantauan Sultrakini.com, orasi penolakan UU Cipta Kerja disuarakan di Kantor DPRD Sultra di Kota Kendari. Massa yang turun ke jalan membuat sejumlah jalur menuju Kantor DPRD di Jalan Drs. H. Abdullah Silondae, Mandonga, Kota Kendari mulai diblokade dengan membakar ban bekas di jalanan. Massa terus berdatangan menuju Kantor DPRD Sultra.

Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) IAIN Kendari, Hendra, mengatakan aksi kali ini merupakan suara penindasan terhadap rakyat. Menurutnya, DPR RI telah mengeluarkan UU Cipta Kerja yang merugikan para buruh.

“Justru para investor luar merdeka dengan UU Cipta Kerja yang dikeluarkan oleh DPR RI pada 5 Oktober kemarin,” ujarnya, Kamis (8/10/2020).

Aksi di Kantor DPRD Sultra itu diharapkan menjadi jembatan orasi mereka hingga sampai ke Presiden RI, Joko Widodo agar mencabut UU tersebut.

Aksi Mahasiswa menolak UU Cipta Kerja di Kota Kendari, Kamis (8/10/2020).(Foto: Riswan/SULTRAKINI.COM)

Sebelumnya, Ketua DPRD Sultra, Abdurrahman Saleh bersama sejumlah anggota dewan menemui masa aksi yang menyuarakan tuntutan terkait UU Cipta Kerja. Abdurrahman mengaku akan meneruskan aspirasi penolakan UU tersebut ke presiden dan DPR RI.

Bahkan, Abdurrahman Saleh menandatangani surat penolakan UU Cipta Kerja sebagai bentuk ketegasan akan meneruskan aspirasi tersebut.

“Dengan ini kami menerima untuk kita kirim ke presiden RI dan DPR RI dan instansi terkait di pusat untuk bisa dilihat aspriasi masyarakat Sultra sebagai bagian dari tanggung jawab kami DPRD Sultra yang dipilih oleh masyarakat,” ucapnya, Rabu (7/10/2020). (C)

(Baca juga: Mabes Polri akan Usut Penyebar Hoaks Terkait UU Cipta Kerja)

Laporan: Riswan
Editor: Sarini Ido

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.