Aksi Peringatan Tragedi Sedarah Almarhum Randi – Yusuf di Polda Sultra Berakhir Ricuh

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Aksi demonstrasi peringatan tragedi tewasnya dua mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Randi dan Muhammad Yusuf Kardawi di Mapolda Sultra berakhir ricuh, Sabtu (26/9/2020).

Kericuhan dipicu karena Polda Sultra mengerahkan helikopter untuk membubarkan massa aksi. Akhirnya aksi saling lempar batu dan botol air mineral pun terjadi.

Tak sampai disitu, kemarahan massa aksi karena Kapolda Sultra Irjen Pol Yan Sultra Indrajaya tidak kunjung menerima secara langsung tuntutan mereka.

Dalam orasi mereka mengaku kecewa karena sudah satu tahun berlalu, kasus tewasnya Randi dan Yusuf yang diduga kuat dilakukan oleh oknum polisi belum juga terungkap.

“Kapolda Sultra tidak memiliki prestasi yang signifikan bahkan dia takut menemui mahasiswa,” kata salah satu massa aksi.

yamaha

Saat menyampaikan aspirasinya, massa aksi membakar ban bekas dan menempelkan foto Randi-Yusuf di tameng polisi yang sedang mengamankan aksi.

Hingga pukul 15.39 Wita, beberapa mahasiswa bergantian menyampaikan aspirasi mereka di hadapan polisi, tiba-tiba dari barisan mahasiswa muncul lemparan batu di barisan polisi.

Untuk membubarkan massa aksi tersebut, polisi akhirnya membalas dengan tembakan gas air mata dan semprotan air.

Massa aksi kemudian mundur hingga di Bundaran Gubernur. Dan beberapa massa aksi diamankan pihak kepolisian. Mahasiswa yang diamankan tersebut dipukul dan ditendang oleh beberapa oknum polisi. Beberapa diantaranya mengalami luka bagian kepala.

Diketahui, Randi dan Yusuf Kardawi adalah mahasiswa UHO yang tewas saat ikut aksi demonstrasi penolakan UU KPK dan RKUHP yang berujung bentrok antara mahasiswa dan polisi di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) pada 26 September 2019 lalu. (B)

Laporan: La Niati
Editor: Hasrul Tamrin

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.