SULTRAKINI.COM: WAKATOBI - Aksi protes pemilihan ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Tinggi Agama Islam Wakatobi berakhir bentrok, Kamis (30/11/2017). Aksi puluhan mahasiswa yang tergabung dalam keluarga besar STAI Wakatobi ini, dipicu oleh penurunan paksa seorang orator saat berorasi.

Aksi Protes Pengangkatan BEM STAI Wakatobi, Mahasiswa Kena Pukul
Suasana bentrok para mahasiswa menolak ketua BEM STAI Wakatobi yang dipilih secara aklamasi. (Foto: Amran Mustar Ode/SULTRAKINI.COM)

Bentrokkan terjadi ketika salah seorang pengelola kampus naik ke atas mobil orasi dan berusaha menurunkan paksa seorang orator dari mahasiswa. Akibatnya, saling pukul dua kubu pro dan kontra pun tak terelakan di depan kampus tersebut.

Insiden ini dilaporkan dua mahasiswa mengalami luka lebam di bagian wajahnya.

Tindakan protes sebenarnya dilakukan untuk menolak pemilihan BEM secara aklamasi yang dianggap tak sesuai mekanisme.

"Sejatinya, pelaksanaan Pemilu Raya Kampus harus dilaksanakan dengan prinsip dari, oleh, dan untuk mahasiswa, tapi ini mereka aklamasi," kata salah seorang orator aksi, Alwi. 

Menurutnya, pengangkatan ketua BEM seolah-olah dibiarkan oleh pengelola kampus STAI Wakatobi. Sehingga mereka mendesak, pengelola kampus memberikan ruang berdemokrasi kepada seluruh mahasiswa, mendesak dilakukan kembali pengumuman pemilihan ulang pengurus BEM yang baru. Termasuk menolak adanya ketua BEM secara aklamasi.

Sementara itu, Ketua Satu STAI Wakatobi, Karim menjelaskan proses penunjukan ketua BEM baru dilakukan secara aklamasi sebab, hanya ada satu calon yang terlibat dalam pemilihan tersebut.


Laporan: Amran Mustar Ode

IKLAN KPU IKLAN LION

Tanggapan Anda?

Facebook Conversations