Festival Pesona Budaya Tua Buton

Ali Mazi Buka Kongres Internasional III Bahasa-Bahasa Daerah di Sultra

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Gubernur Sulawesi Tenggara, Ali Mazi, membuka secara resmi Kongres Internasional III Bahasa- Bahasa Daerah Sultra di salah satu hotel di Kendari, Senin (2/9/2019) malam. Kegiatan Tersebut dijadwalkan akan berlangsung hingga 4 September 2019.

Dalam sambutannya Ali Mazi mengucapkan selamat datang kepada para peserta kongres bahasa, baik yang berasal dari dalam negeri maupun luar negeri.

Politisi Nasdem itu juga mengatakan, pihaknya sangat mendukung kegiatan pelestarian bahasa-bahasa daerah di Sultra, terlebih menurutnya keanekaragaman etnis dan bahasa daerah di Sultra membuat masyarakatnya saling menghargai dan menghormati satu sama lain.

“Keberagaman itu membuat satu dengan yang lain saling menghargai dan menghormati. Membuat Sulawesi Tenggara sebagai salah satu provinsi yang aman,” katanya.

Kepala Kantor Bahasa Sultra, Sandra Safitri Hanan, menjelaskan kongres bahasa tersebut didasari pemikiran bahwa Indonesia dikenal sebagai bangsa yang memiliki keberagaman bahasa, budaya, dan sastra.

“Keberagaman tersebut hidup dalam berbagai etnis yang tersebar di berbagai pelosok tanah air. Bahasa, sastra, dan budaya, selain ia hidup, sekaligus menghidupi dan memengaruhi perilaku keseharian masyarakatnya. Ia berperan sebagai sumber tata nilai sekaligus sebagai tata laku masyarakat penopangnya,” jelasnya.

Pada era desentralisasi dan demokratisasi ini juga, kata Hanan, setiap daerah memiliki hak dan tanggung jawab untuk mengaktualisasikan peran bahasa dan sastra sebagai alat negosiasi budaya sebagaimana termaktub dalam UUD 1945.

“Bahasa dan sastra daerah, selain berfungsi sebagai lambang dan identitas daerah, juga merupakan sarana berkomunikasi serta pendukung budaya daerah dan budaya nasional,” kata Sandra.

Lebih lanjut, ia mengatakan tujuan pelaksanaan kongres bahasa daerah adalah untuk mendiskusikan dan merumuskan berbagai persoalan yang menyangkut bahasa dan sastra daerah Sultra.

“Yang selanjutnya, hasil tersebut akan menjadi masukan bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan dan strategi yang tepat untuk melestarikan, mengembangkan, dan membina, serta memberdayakan bahasa dan sastra daerah Sulawesi Tenggara pada era globalisasi dan Revolusi Industri 4.0,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Kongres Internasional III Bahasa Daerah Sultra, Syaifuddin Gani, menambahkan terdapat nilai strategis dalam pelaksanaan kongres tersebut yakni menjadikan bahasa dan sastra daerah Sultra sebagai pusat pembicaraan dan perhatian antarsesama pakar, baik dari tanah air maupun dari mancanegara.

Kemudian juga menguatkan posisi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia sebagai kementerian yang peduli terhadap persoalan bahasa, sastra, dan budaya di tanah air. Serta melahirkan kebijakan bahasa di Kemeterian Pendidikan dan Kebudayaan, Pemerintah Daerah Sulawesi Tenggara, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Tenggara, dan Pemerintah Kota Kendari.

“Melahirkan pemikiran para pakar bahasa, pemerhati pendidikan, budayawan, sastrawan, dan pegiat literasi melalui karya tulis ilmiah yang dibentangkan disidang pleno dan komisi,” ungkap Syaifuddin.

Selain akan dibuka oleh Gubernur Sultra kongres ini juga akan dihadiri oleh Kepala Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan RI, Ketua DPRD Sulawesi Tenggara, Wali Kota Kendari, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sultra, Muspida Sultra, serta seluruh pimpinan lembaga vertikal kemdikbud di Sultra.

Diberitakan sebelumnya, kongres ini akan dibuka oleh Mendikbud RI, H. Muhadjir Effendy. Namun Mendikbud batal hadir dikarenakan akan mengikuti kegiatan di Kota Malang.

Laporan: Maykhel Rizky
Editor: Habiruddin Daeng

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.