Festival Pesona Budaya Tua Buton

Ali Mazi Hadiri Pentabisan Pastor di Kendari

Uskup Keuskupan Agung Makassar: Ini Wujud Nyata dari Bhinneka Tunggal Ika.

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Keuskupan Agung Makassar melaksanakan pentabisan kepada enam orang Diakon menjadi Pastor atau Imam Katolik pada salah satu hotel di Kendari, Kamis (8/8/2019). Ke-enam Pastor tersebut antara lain Pastor Jaya Hilarius, Pastor Tirta Yianto, Pastor Raymond Kahya, Pastor Gregory Uamata, Pastor Thomas Tampang, dan Pastor Gregorius Marlan.

Keenam orang pastor yang baru tahbiskan itu rencananya akan ditugaskan di wilayah pelayanan Keuskupan Agung Makassar yang mencakup tiga provinsi yakni Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tenggara.

Kegiatan pentabisan ini dihadiri oleh Gubernur Sultra Ali Mazi dan forum komunikasi pimpinan daerah serta Kelompok Cipayung Plus Kota Kendari yaitu GMKI, PMKRI, PMII, HMI, IMM, GMNI, LMND, dan KMHDI.

Ali Mazi dalam sambutannya mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada Uskup Keuskupan Agung Makassar yang telah memilih bumi Anoa Sulawesi Tenggara (Sultra) khususnya Kota Kendari sebagai tempat untuk melaksanakan kegiatan penting keagamaan umat Katolik itu. “Tentunya ini suatu kebanggaan dan kehormatan bagi kami masyarakat Sultra,” katanya.

Suami Agista Ariani mengatakan bahwa Sultra terdiri dari masyarakat dengan berbagai latar belakang, baik ras, suku, agama, dan budaya. Ia mengajak kiranya umat Katolik yang berasal dari luar Sulawesi Tenggara untuk dapat menikmati wisata Bumi Anoa khususnya Kota Kendari.

Politisi Nasdem itu juga mengungkapkan, selamat kepada Imam Katolik yang baru saja ditahbiskan. Ia berharap kepada pastor yang baru saja ditahbiskan untuk dapat berkomitmen menjaga keutuhan bangsa.

“Jadilah pemimpin yang mampu menggerakkan umat dan terus menguat kesatuan sekaligus menjalin relasi dengan umat beragama lainnya untuk bersama-sama melaksanakan tugas kebangsaan,” ujarnya.

Semnatar itu, Keuskupan Agung Makassar, Mgr. Johanes Liku Ada, juga mengucapkan selamat kepada Imam yang baru ditahbiskan, dan terima kasih kepada orang tua ke-enam imam Katolik yang baru ditahbiskan.

Kata Johanes, sejatinya kegiatan ini memang merupakan agenda internal gereja, tetapi dirinya berterima kasih kepada pemerintah daerah dan forum komunikasi pimpinan daerah yang telah turut memperhatikan kegiatan ini. “Ini wujud dari negara kita yang Bhinneka Tunggal Ika,” katanya.

Ketua Panitia Pentabisan Pastor, Brigjend Pol (Purn) Edi Susilo, juga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah dan forum komunikasi pimpinan daerah serta berbagai pihak yang sudah berkenan hadir dan telah mendukung terlaksananya kegiatan tersebut.

Untuk diketahui, kegiatan ini diikuti lebih dari 1800 umat Katolik yang berasal dari beberapa daerah yakni Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, dan beberapa kota di Kalimantan.

Laporan: Maykhel Rizky
Editor: Habiruddin Daeng

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.