Ali Mazi Minta Rencana Pembagunan Landasan Pacu Bandara Betoambari Diperpanjang

SULTRAKINI.COM: BAUBAU – Hari pertama kunjungan kerja di Kota Baubau, Gubernur Sultra Ali Mazi meninjau langsung rencana pembangunan Landasan Pacu Bandara Betoambari, Sabtu (30/1/2021).

Saat mengunjungi Bandar, Ali Mazi mendapatkan pemaparan rencana induk pembangunan (Masteplan) landasan pacu Bandara Betoambari dengan panjang 2.500 meter oleh Kepala Bandara.

Saat ini panjang runway landasan pacu Bandara Betoambari baru sepanjang 1.800 meter dan rencananya akan dibangun hingga 2.500 meter.

Namun, Ali Mazi meminta agar panjang landasan pacu tersebut ditambahkan 500 meter lagi, sehingga menjadi 3.000 meter agar bisa dilewati pesawat dengan ukuran besar.

“Bandara itu kan paling tidak sebetulnya harus 3.000 dan lebarnya 60 meter. Kalau kecil kapan mau ada untungnya. Nah, itu yang akan kita upayakan,” kata Ali Mazi seusai meninjau seluruh rencana pembangunan di Kota Baubau.

“Kemarin saya sudah bersurat panjangnya 2.500 lebarnya 45 meter tapi tadi saya minta kepala Bandara untuk segera dirubah menjadi 3.000 biar bisa dilewati pesawat yang berbadan lebar,” sambungnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala UPBU Betoambari Baubau, Nurul Anwar mengatakan sesuai dengan rapat dengan Wali Kota Baubau sebelumnya Masterplan studi 2012 akan diubah Masterplan 2.500.

“Untuk permintaan gubernur menjadi 3.000 masih bisa dipertimbangkan, namun akan disesuaikan dengan anggaran yang luar biasa besar,” ujarnya.

Lanjut Anwar, untuk pembangunan sesuai rencana awal Masterplan 2.500,  anggaran yang dipersiapkan berkisar 150 miliar untuk pembebasan lahan, sehingga jika ditotalkan pembebasan dan pembangunan bisa mencapai 250 sampai 300 miliar.

“Tetapi kan bukan kita yang memutuskan, nanti kalau konsultan perencanaannya datang dia akan menilai dan akan memberikan opsi misalnya 2.500 akan menghabiskan biaya sekian, dan jika 3.000 meter akan menghabiskan dana sekian,” terangnya.

Kata Anwar, pelebaran berapapun yang akan dilaksanakan akan bisa dilakukan jika semua pihak dari pemerintah kota, provinsi, dan kementerian sudah bersepakat.

“Biar 5.000 bisa yang penting semua sepakat,” kata Anwar.

Anwar berharap lahan yang sudah masuk pada Masterplan 2.500 ataupun rencana Masterplan 3.000 agar tidak ada lagi pembangunan sehingga nantinya dari pihak Pemerintah Kota Baubau menjadi lebih mudah.

“Minimal diberikan patok sebagai lokasi lahan rencana pembangunan,” pungkasnya. (B)

Laporan: Aisyah Welina
Editor: Hasrul Tamrin

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.