Iklan Clarion

Ali Mazi Satukan Tokoh Kepulauan Buton-Muna

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Gubernur Sulawesi Tenggara periode 2003-2008, Ali Mazi, mempersatukan para tokoh dan masyarakat wilayah kepulauan yang ada di Kendari, dalam dua rangkaian acara. Pertama, Halal bi Halal Persaudaraan Masyarakat Kepulauan Buton yang digelar di Hotel Clarion Kendari, Sabtu (8/7/2017). Kedua, Hahal bi Halal dengan masyarakat dan tokoh Muna di Kendari, Minggu (9/7/2017).

Beberapa tokoh berpengaruh hadir dalam acara tersebut, selain Ali Mazi sendiri. Diantaranya mantan rektor Universitas Halu Oleo (UHO) Mahmud Hamundu, mantan Walikota Baubau Amirul Tamim, Wakil Bupati Wakatobi Ilmiati Daud, Dekan Fakultas Pertanian Unhas Prof. Sumbang Baja, akademisi UHO Prof. La Sara, Dr. Ansir, H. La Afie, tokoh pemekaran Buton Utara Erawan Asman, serta sejumlah tokoh lain dari Kepulauan Buton. Hadir pula La Ode Ida, La Ode Rifai dan sejumlah tokoh Muna pada acara hari kedua.

[ Klik Banner untuk ke Halaman Registrasi ]

Ali Mazi menganggap silaturahim ini sangat penting, bukan sebagai pendatang di Kota Kendari apalagi merasa perantau, tetapi untuk saling membantu, bahu-membahu dan saling mengenal agar lebih dekat.

“Untuk silaturahmi dan mengukur tingkat harmonisasi diantara sesama. Mungkin ada yang sakit, ada kegiatan sosial atau butuh sesuatu, melalui kegiatan ini saling menyampaikan,” terang Ali Mazi, Minggu (9/7/2017).

Dari Halal bi Halal ini dia mengajak untuk selalu menjaga silaturahmi hidup bermasyarakat, bertetangga dan berkeluarga. Tradisi yang hanya terjadi di Indonesia ini, kata Ali Mazi, memang biasa dilakukan usai perayaan Idul Fitri sebagai upaya makin mendekatkan hubungan antar sesama.

“Artinya selama ini mungkin ada yang salah bicara, melalui Halal bi Halal ini saling salam-salaman, memaafkan satu sama lain, akan lebih mendekatkan lagi persaudaraan diantara sesama,” jelas tokoh Kepulauan Buton ini.

Ali Mazi mengatakan, para tokoh tersebut dirangkul untuk mengokohkan tali silaturahmi dalam membangun Sultra terutama Kepulauan Buton dan Muna. Para tokoh sepakat, pemekaran Kepulauan Buton harus dikawal bersama agar kesejahteraan masyarakat di wilayah itu segera terpenuhi.

“Tidak ada pembicaraan politik soal Pilgub, tapi semua sepakat, pemekaran Kepulauan Buton harus dikawal dengan baik,” terang Ali Mazi.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.