SULTRAKINI.COM: KENDARI - Alumni lintas angkatan SMAN 1 Kendari menandatangani kain petisi penolakan tindak kekerasan yang dilakukan orangtua siswa terhadap guru di sekolah itu, Senin (23/10/2017). Kain sepanjang 10 meter ini, ditandatangani usai melakukan aksi damai sekitar pukul 7.30 Wita yang dihadiri Komandan Korem 143/HO, Kolonel Inf Andi Perdana Kahar yang juga alumni sekolah itu.

Alumni Tandatangani Kain Petisi Penolakan Kekerasan Guru SMAN 1 Kendari
Aksi damai alumni yang mengecam tindakan kekerasan terhadap guru di SMAN 1 Kendari. (Foto: Hasrul Tamrin/SULTRAKINI. COM)

"Kita hanya memberikan dorongan motivasi saja, agar tidak terjadi lagi kedepannya, inikan seharusnya tidak perlu dipublis karena ini aib, kalau aib itu tidak bisa dibuka. Jadi biarkan diproses secara hukum saja," ujar Andi Perdana Kahar, usai memberikan arahan di hadapan siswa dan alumni yang ditemui awak media.

(Baca: Danrem Ikut “Kawal” Kasus Pemukulan Guru SMAN 1 Kendari?)

Dalam aksi damai alumni, menyatakan mengecam dengan keras segala bentuk kekerasan dan premanisme terhadap guru dalam melaksanakan tugasnya di lingkungan sekolah, mengajak guru siswa dan orang tua siswa menjaga sikap saling menghargai dan menghormati dan meminta kepada pemerintah untuk memberikan perlindungan hukum terhadap guru dalam melaksanakan tugas, serta meminta kepada pihak yang berwajib untuk menindaklanjuti tindakan premanisme terhadap guru di SMAN 1 Kendari sesuai dengan peraturan yang ada seadil-adilnya.

Koordinator Aksi Damai Alumni 91 SMAN 1 Kendari, Abi mengatakan sebagai alumni, tentunya sangat tidak setuju dengan tindak kekerasan di sekolah tersebut. Mereka menyatakan diri mendukung proses hukum atas tindakan kekerasan yang dialami guru bernama Hayari di lingkungan sekolah.

"Ini jangan sampai terjadi lagi kedepannya ataupun di sekolah lain. Jadi hal semacam ini tidak perlu terulang lagi. Tapi dengan catatan, harus diproses secara adil, jangan sampai juga korban ini kehilangan masa depannya," kata Abi salah satu siswa terbaik diera 91 SMAN 1 Kendari.

Menurut Kepolisian Resor Kendari, kasus tersebut sedang diproses secara hukum.

Hayari selaku korban kekerasan mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada para alumni dan persatuan guru yang memberikan dukungan sehubungan kekerasan terhadap dirinya.

"Saya sangat berterima kasih kepada semua pihak yang sudah membantu saya dalam menangani permasalahan ini, semoga ini tidak terulang lagi, bagi siswa-siswaku jangan hal seperti ini dijadikan contoh, mari kita belajar dengan baik," kata Hayari.

(Baca: Alumni: Keluarkan Siswa SMAN 1 Kendari yang Orang Tuanya Pukul Guru)


Laporan: Hasrul Tamrin

Siswa SMAN 1 Kendari ikut menyaksikan aksi damai penolakan kekerasan terhadap guru yang dilakukan orang tua siswa di lingkungna sekolah. (Foto: Hasrul Tamrin/SULTRAKINI.COM)

Tanggapan Anda?

Facebook Conversations