SULTRAKINI.COM: Sebanyak delapan dari 321 wisudawan Universitas Lakidende dinyatakan sebagai lulusan terbaik pada acara wisuda ke-21 yang berlangsung di Gedung GOR Unaaha, Minggu (29 Oktober 2017). Pada rapat senat terbuka luar biasa tersebut, Rektor Unilaki, Prof. Dr. Ir. Laode Masihu Kamaluddin, M.Sc., M.Eng memberi penghargaan kepada mereka.

Alumni Unilaki Didorong ke Entrepreneurship, Inilah 8 Lulusan Terbaiknya
Rektor Unilaki Prof Dr Ir Laode Masihu Kamaluddin memberi penghargaan kepada lulusan terbaik, Minggu (29 Oktober 2017).

Kedelapan wisudawan terbaik itu masing-masing adalah:

1. Suyono (Program Administrasi Negera) dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,64 menempuh studi selama empat tahun. 

2. Yuni Asia (Program Studi Teknik Sipil), dengan IPK 3,45 menempuh studi 4,2 tahun.

3. Joni Akbar (Program Studi Agribisnis), dengan IPK 3,51 menempuh studi 3,8 tahun.

4. Indriyani (Program Studi Manajemen), dengan IPK 3,92 menempuh studi 3,11.

5. Insani Rauf (Program Studi Pendidikan bahasa Inggris), dengan IPK 3,61 menempuh studi 4,2 tahun.

6. Pedi Indriani (Program Pendidikan Bahasa dan Sastra), dengan IPK 3,83 menempuh studi 4 tahun.

7. Dani Yanti (Program Studi Pendidikan Matematika), dengan IPK 3,61 menempuh studi 4,2 tahun.

8. Riza Safitri (Program Studi Ilmu Hukum), dengan IPK 3,96 menempuh studi 3,9 tahun.

Rektor Unilaki, Prof. Dr. Ir. Laode Masihu Kamaluddin, M.Sc., M.Eng menekankan kepada para lulusan untuk memilih jalur entrepreneurship sebagai pilihan masa depan, sebab dengan menempuh kewirausahaan maka setiap lulusan perguruan tinggi bisa mendapatkan kemakmuran individu juga dapat mensejahterakan rakyat.

Lulusan yang hanya mengandalkan menjadi pegawai negeri misalnya, akan ikut memberi beban negara karena gajinya diambil dari APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara). “Sedangkan APBN diambil dari uang para pengusaha,” jelasnya. 

Karena itu maka semakin sedikit pegawai negeri dan semakin banyak pengusaha maka semakin makmurlah sebuah bangsa.

Guna lebih meyakinkan para wisudawan akan pentingnya entrepreneurship maka Unilaki menghadirkan Guru Besar Ilmu Perilaku Konsumen Institut Pertanian Bogor, Prof. Dr. Ir. Ujang Suwarman, M.Sc untuk orasi ilmiah di depan wisudawan dengan tema “Entrepreneurship Berbasis Pedesaan untuk Mengingkatkan Ketahanan Pangan Nasional”.

Menurut Prof Ujang, universitas memiliki tanggung jawab besar untuk menumbuhkembangkan para entrepreneur. Jiwa entrepreneurship harus dibina dan ditumbuhkembangkan di kalangan mahasiswa melalui sebuah kurikulum yang restruktur.

Suasana wisuda ke-21 Universitas Lakidende di GOR Unaaha, Minggu (29 Oktober 2017).

Membangun entrepreneurship di Indonesia, menurut Prof Ujang, harus dilihat dari data domisili penduduk, dimana sekitar 50 persen warga Indonesia tinggal di pedesaan sehingga membangun desa maka sama artinya dengan mensejahterakan rakyat Indonesia.

Selain itu dilihat pula data pekerjaan, yakni sekitar 42 persen penduduk Indonesia bekerja di sektor pertanian, peternakan, kehutanan, serta sektor pertanian lainnya. Maknanya bahwa negara Indonesia masih memiliki ciri sebagai negara  agraris.

Menurut Prof Ujang, sektor pertanian, peternakan, perikanan adalah identik dengan sektor pangan, sehingga pembangunan ketiga sektor tersebut memiliki makna strategis, dan generasi muda perlu diperkenalkan kepada entrepreneurship bidang agribisnis agar keberlanjutan produksi pangan yang dikerjakan generasi senior dapat dikerjakan oleh mereka. (frirac)

Tanggapan Anda?

Facebook Conversations