Amankan Data, Dispar Buton Gunakan Aplikasi Digital

SULTRAKINI.COM: BUTON – Untuk mengamankan dan memudahkan pencarian data, baik dilingkup internal maupun eksternal, Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara menggunakan aplikasi berbasis digital yang disebut Bank Data Dinas Pariwisata. Hal itu ditandai dengan peluncuran aplikasi tersebut di Kantor Dispar di Takawa, Pasarwajo, Selasa (4/9/2018).

Sekretaris Dispar Buton, Rusdi Nudi, mengatakan Bank Data bertujuan memudahkan pelayanan terhadap instansi terkait dalam mengakses berbagai data yang dibutuhkan.

“Ini kita lakukan untuk pengamanan data tingkat dinas khususnya Dinas Pariwisata, karena cara-cara konvensional dalam bentuk kertas itu sudah waktunya untuk ditinggalkan, kita pindah ke komputerais sistim digital, transformasi data dari kertas ke dokumen digital, tinggal kita save,” jelas Rusdi kepada awak media usai peluncuran aplikasi tersebut di Kantor Dispar di Takawa, Pasarwajo, Selasa (4/9/2019).

Lanjutnya, dengan Bank Data, instansi terkait lainnya seperti Badan Kepegawaian dan Keuangan, serta Inspektorat dan lainnya, bisa dengan mudah mengakses dan mendapatkan data yang dibutuhkan dari Dinas Pariwisata, yang tidak mesti lagi menemui pegawai yang bersangkutan, tinggal diakses melalui Bank Data tersebut yang di dalamnya terdapat data umum, kepegawaian, dan data keuangan.

“Jadi biar tidak ketemu lagi dengan pegawainya, bisa langsung diakses di Bank Data,” ujarnya.

Dijelaskannya, sistem pengamanan Bank Data meliputi tiga unsur yaitu untuk login dilakukan oleh operator atau admin yang sudah terlatih sekaligus menginput. Kemudian, Kasubag bisa mengubah data, dan selanjutnya Kepala Dinas yang memiliki kewenangan menghapus data.

“Tapi masing-masing itu punya kode data sendiri-sendiri,” imbuhnya.

Rusdi Nudi menambahkan, keuntungan menyimpan data dalam bentuk aplikasi Bank Data cukup bagus dibanding menggunakan cara-cara konvensional seperti kertas yang mudah tercecer, sementara melalui Bank Data akan lebih mudah mengakses atau mencari data yang dibutuhkan atas persetujuan dari Kasubag kepegawaian.

“Kalo manual itu data sering tercecer karena menggunakan kertas, sedangkan Bank Data kalo sudah tersimpan memudahkan kita tanpa ada orangnyapun bisa dibuka, tinggal akses saja atas persetujuan Kasubag kepegawaian Dinas Pariwisata,” pungkasnya.

Laporan: La Ode Ali
Editor: Habiruddin Daeng

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.