SULTRAKINI.COM: KENDARI - Kepala Pejabat Pelaksana Tugas Pokok Kemenkumham RI Provinsi Sulawesi Tenggara, Kolonel Inf. Tri Setyo Subagyo mengatakan ancaman non militer tengah melanda Indonesia. Ancaman itu terjadi tanpa persenjataan, namun menggunakan transaksi kekuatan penghancur sendi-sendi bangsa dan negara.

Ancaman Non Militer Masuk Sultra
Pemberian cendramata Kepala PPTP (baju Hitam) kepada Kepala Kesatuan Kebangsaan dan Politik Sultra, Selasa (14/11/2017). (Foto: Mita/SULTRAKINI.COM)

Upaya pencegahan ancaman ini pun diseminarkan TNI Korem 143/HO bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Sultra, bertemakan bela negara. Seminar ditujukan untuk memberikan kesadaran akan bahaya ancaman non militer pada Selasa, 14 November 2017.

Kata Setyo, ancaman non militer beragam bentuknya, yang merasuki bidang politik, ekonomi, ideologi, sosial, budaya, keselamatan umum, teknologi, dan legislasi.

"Pentingnya pendidikan agar kita mendidik generasi muda yang nantinya sebagai penerus bangsa. Kita harus sadarkan bahwa generasi muda harus lebih mengetahui ancaman non militer dan harus tahu ancaman ini memang ada, sehingga merekalah yang bergerak sebagai motivator mencegah dan menanggulangi ancaman non militer yang ada di Indonesia, terkhusus di Sulawesi Tenggara," jelas Setyo.

Senada dengan itu, Sekretaris Daerah Provinsi Sultra, Lukman Abunawas mengatakan, pendidikan bela negara begitu penting untuk menjaga ketahanan negara.

"Presentase 70 persen, menjadikan pendidikan sangat berperan penting dalam bela negara, baik pendidikan di tingkat masyarakat, sekolah, dan pendidikan perguruan tinggi," katanya dihadapan peserta seminar dari Resimen Mahasiswa, perwakilan siswa sekolah di Kota Kendari, dan jajaran Pemprov Sultra.


Laporan: Mita

Tanggapan Anda?

Facebook Conversations