SUARA

Anggota Dewan "Ngambek", LKPJ Bupati Bombana Tersandera

SULTRAKINI.COM: BOMBANA – Dua agenda rapat paripurna DPRD Kabupaten Bombana batal digelar Senin (20/6/206). Sebagian besar anggota dewan mendadak bolos alias kompak untuk tidak berkantor. Akibatnya, rapat hari itu tidak quorum. Paripurna pun buyar tidak hasilkan apa-apa.

Tidak masuknya para wakil rakyat ini menimbulkan tanda tanya besar. Apalagi sebagian mereka, terdeteksi masih berada diseputar Rumbia Ibukota Kabupaten Bombana.

Beredar kabar bahwa ketidak hadiran para anggota Dewan itu, merupakan aksi boikot untuk menggagalkan penyampaian pidato Laporan keterangan pertanggung jawaban (LKPJ) Bupati Bombana tahun 2015.

Diketahui, senin pagi itu, Badan Musyawah DPRD Kabupaten Bombana mengagedankan dua rapat penting. Yakni Rapat paripurna penutupan masa sidang II dan pembukaan masa Sidang III serta paripurna penyampaian pidato Bupati Bombana tentang LKPJ dan Laporan akhir Masa Jabatan (AMJ) tahun 2015.

Untuk paripurna penutupan masa sidang, diagendakan sekitar pukul 10.00 wita. Sementara (LKPJ – AMJ) dijadwal pukul 14.00 wita. Namun, lima jam menunggu sejak jadwal paripurna pertama, yang hadir cuma 11 orang dari 25 anggota Parlemen. sementara 14 anggota lainnya, hingga pukul 15.30 wita kemarin, tidak kunjung memperlihatkan batang hidungnya.

yamaha

Ketua Fraksi PAN, Abdul Rauf geram dengan sikap para anggota sesamanya itu. “Ini cara-cara tidak sehat. Ini pemboikotan namanya. Banyak teman-teman mulai tidak dewasa. Mereka dengan mudah abaikan tugas pokoknya, demi mengakomodir kepentingan pribadi. Saya minta rakyat harus menilai ulah oknum di parlemen ini,” kesal Rauf

Senada dengan itu, anggota dewan lainnya H. Rusdi menuding ada unsur kesengajaan dibalik aksi bolos berjamaah tersebut. “Mereka itu sengaja untuk tidak datang. Saya tahu mereka sedang berkumpul disalah satu rumah anggota DPRD. Saya tidak tahu apa motif dari semua ini. Yang jelas sebelum rapat ini, HP mereka aktif. Namun jelang rapat digelar. Tiba-tiba sudah tidak aktifkan. Ini sudah keterlaluan,” tukasnya.

Dewan makin tersudutkan, sebab undangan paripurna itu terlanjur dibuat dan disebar ke pihak eksekutif. Bahkan sebagian jajaran eksekutif mulai hadir, diantaranya Sekda Bombana H. Burhanuddin A. HS Noy, para Asisten hingga jajaran SKPD. Apalagi paripurna LKPJ-AMJ tergolong seksi dan ditunggu-tunggu, sebab sudah lama diajukan oleh pihak eksekutif, namun paripurnanya mengendap di meja DPRD.

Atas kejadian itu, Ketua DPRD Andi Firman mengatakan, akan menjadwal ulang paripurna tersebut. “Saya sudah gelar paripurna, bahkan sudah saya lakukan skorsing sidang. Tapi teman-teman belum juga datang. Ya.., terpaksa kita jadwal ulang lagi. Akan kami agendanya dalam waktu dekat ini,” terangnya.

Sementara itu Wakil ketua DPRD Bombana Ahmad Mujahid ikut meyanyangkan ketidak hadiran para anggota dewan di Paripurna. “Saya juga heran, ini ngambek salah-salah. Kenapa harus ada sikap semacam ini,” tukasnya.

Ketua DPD Golkar Bombana ini menjelaskan tidak relefan lagi, jika ada aksi boikot semacam ini. “Para anggota yang tidak hadir itu mesti tahu, bahwa LKPJ itu sekedar report formil. Artinya, tidak diparipurnakan pun, dalam jangka tertentu, dianggap otomatis diterima. Tidak ada pula konsekuensi apa-apa, terkait diterima tidaknya LKPJ itu oleh DPRD. Makanya saya heran sikap teman-teman itu,” pungkasnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.