SUARA

Anggota DPRD Buton Meninggal Dunia Dinyatakan Positif Covid-19

SULTRAKINI.COM: BUTON – Seorang anggota DPRD Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara, Bariuddin (66) dinyatakan meninggal dunia pada, Kamis 20 Agustus 202 malam, di Rumah Sakit Bahteramas Kendari. Dari hasil pemeriksaan kesehatan beliau dinyatakan positif Covid-19.

Almarhum, kini sudah dimakamkan pada Jumat sore, 21 Agustus 2020, sesuai protokol kesehatan Covid-19 di TPU Punggolaka Kota Kendari.

Ketua DPD PAN Kabupaten Buton, La Ode Rafiun, mengatakan sebelum dimakamkan Almarhum direncanakan untuk dipulangkan di kampung halamannya, Lasalimu, Kabupaten Buton, namun karena terkendala transportasi di masa pandemi, keluraga korban terpaksa menyetujui pemakamannya dilakukan di Kendari.

“Rencana akan dimakamkan di Lasalimu, tetapi nanti koordinasi dulu di Bahteramas tentang aturannya itu bagaimana” kata Rafiun, kemarin.

Dikatakannya, Almarhum Bariuddin menjadi anggota DPRD Kabupaten Buton sudah dua periode, pada periode 2014-2019 dan periode 2019-2024. Beliau dikenal salah satu sosok anggota yang ramah dan baik dikalangan teman-teman anggota dewan juga di masyarakat.

Diketahui Almarhum merupakan salah satu anggota Fraksi PAN di DPRD Buton.

La Ode Rafiun selaku Ketua DPD PAN Buton mengaku sangat merasa kehilangan, begitupula dengan lembaga DPRD Kabupaten Buton.

yamaha

“Dengan berpulangnya Almarhum tentu kami sangat merasa kehilangan, begitupula dengan lembaga DPRD Kabupaten Buton,” ucapnya.

Ditempat lain, Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Sultra, dr La Ode Rabiul Awal mengatakan, Bariuddin masuk rumah sakit Bahteramas sejak Rabu (19/8) dengan keluhan sesak napas. Tim medis kemudian melakukan rapid test dan hasilnya non-reaktif. Diketahui positif Covid-19 setelah tim medis memutuskan mengambil sampel swab tenggorokan setelah Bariudin meninggal dunia.

“Swabnya diambil setelah meninggal. Hasilnya baru keluar jam 10 tadi (21/8). Positif covid-19,” kata dr La Ode Rabiul Awal yang akrab disapa dr Wayong, Jumat (21/8/2020).

Almarhum Bariuddin, kata dr Wayong, juga memiliki riwayat penyakit diabetes dan sempat dirawat di salah satu rumah sakit di Kota Baubau. Bariuddin kemudian dinyatakan pulih.

Menurut dr Wayon kedatangannya ke Kendari bukan untuk berobat tetapi ada agenda lain. Untuk itu, tim gugus tugas akan menelusuri dan mendata kontak erat dengan Almarhum sebelumnya atau kerabatnya untuk dilakukan pengecekan kesehatan dalam upaya mencegah penyebaran Covid-19.

“Untuk contact tracking akan dilakukan pengetesan swab oleh tim surveilans Covid-19,” tutup dr Wayong. (B)

Laporan: Aisyah Welina
Editor: Hasrul Tamrin

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.