Anggota Ombudsman RI Hery Susanto Kunjungi Kantor Imigrasi Kelas I Kendari

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Anggota Ombudsman RI, Hery Susanto didampingi Kepala Perwakilan Ombudsman Sulawesi Tenggara Mastri Susilo mengunjungi Kantor Imigrasi Kelas I Kendari, Senin (24/5/2021).

Kunjungan ini dilakukan guna melihat langsung inovasi pelayanan publik di Kantor Imigrasi Kelas I Kendari. Pasalnya belum lama ini, Kantor Imigrasi Kelas I Kendari meraih nilai Wilayah Bebas Korupsi/Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBK/WBBM) tertinggi dalam penilaian internal se- Kantor Imigrasi di Indonesia.

Hery mengatakan setelah melakukan pengamatan, dirinya menilai Kantor Imigrasi Kelas I Kendari menunjukkan adanya inovasi pelayanan publik yang menggabungkan rangkaian nilai-nilai dari sisi kebudayaan, religi, dan spirit pelayanan publik yang ramah dan cepat.

“Hal ini mesti dikembangkan di seluruh kantor Imigrasi di Indonesia. Bagaimana dapat memberikan pelayanan publik yang benar-benar melayani masyarakat,” ujarnya.

Hery menambahkan, Kota Kendari menjadi salah satu tujuan warga negara asing untuk bekerja. Sehingga dalam konteks pelayanan publik, Kantor Imigrasi Kelas I Kendari mampu memberikan suatu cerminan kepada dunia Internasional, bahwa Kendari sudah memberikan nilai pelayanan publik yang baik.

Menanggapi telah diraihnya nilai tertinggi dalam WBK/WBBM oleh Kantor Imigrasi Kelas I Kendari, Hery mengatakan hal ini menunjukkan adanya keseriusan staf di kantor ini untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Kepala Seksi Status dan Izin Tinggal Kantor Imigrasi Kelas I Kendari, Gilang Danurdara mengatakan beberapa waktu yang lalu pihaknya meluncurkan inovasi Sistem Informasi Pelaporan Orang Asing (Silangsing).

“Inovasi ini ditujukan untuk Orang Asing yang menginap di penginapan atau hotel dengan melakukan scan barcode,” jelas Gilang.

Ia menambahkan, inovasi ini disambut positif oleh pihak hotel dan mereka akan membantu dalam berjalannya inovasi Silangsing yang berguna sebagai informasi untuk mengetahui keberadaan Orang Asing tersebut.

Editor: Hasrul Tamrin

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.