SUARA

Anggota Terlibat Bisnis Minyak Tanah Ilegal, Polda Sultra : Sedang dikembangkan

SULTRAKINI.COM : KENDARI – Setelah sempat diamankan oleh tim Intel Komando Resort Militer (Korem) 143 Halu Oleo, kini sebanyak 98 jerigen minyak tanah ilegal kapasitas 20 liter dengan total 1960 liter milik oknum telah ditangani oleh Subdit IV Tipiter Ditreskrimsus Polda Sultra.

 

Mobil yang memuat 1960 liter minyak tanah ilegal tersebut mengambil minyak tanah dari pelabuhan Rumba-rumba, Kecamatan Kolono, yang didatangkan dari Raha, Kabupaten Muna dan akan di bongkar di pasar Andonohu kepada penjual minyak tanah eceran.

 

3 orang pelaku yaitu Asnar sebagai supir dan dua orang anggotanya Asdiar dan Hasrawan telah diamankan dan dalam proses pemeriksaan. Saat dimintai keterangan di ruangan tim intel Korem 143 Halu Oleo Senin lalu (21/3/2016), Asnar mengaku minyak tanah tersebut merupakan milik anggota Kepolisian yang bertugas di Polda Sultra berinisial FA.

 

yamaha

\”Yang punya itu polisi yang tugas di Polda,\” kata dia saat diinterogasi. Namun Asnar tidak mengetahui oknum polisi tersebut bertugas dikesatuan mana dalam lingkup Polda Sultra, dia juga belum melihatnya secara langsung. Asnar hanya mengetahui dari pengecer minyak tanah yang diduga sebagai penadah minyak tanah ilegal milik oknum polisi tersebut.

 

\”Pihak kami masih mendalami kasus ini dan sekarang masih dalam penanganan Tipiter Ditreskrimsus,\” kata Kasubbid PID Humas Polda Sultra, Kompol Dolfi Kumaseh kepada SULTRAKINI, Selasa (22/3/2016).

 

Hingga saat ini belum ada penetapan tersangka oleh pihak penyidik Subdit IV Tipiter Ditreskrimsus. Ketika ditanya terkait oknum anggota polisi yang terlibat dalam bisnis gelap BBM ilegal tersebut, Dolfi mengatakan saat ini masih dalam pengembangan.

 

\”Ya tunggu saja, kasus ini masih kami kembangkan terkait siapa pemilik dan yang terlibat dalam bisnis BBM ilegal tersebut,\” tutupnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.