APBD Distan Busel Naik Rp 4 Miliar, Ini Komoditas Yang Akan Dikembangkan

SULTRAKINI.COM : BUTON SELATAN – Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2016 untuk Dinas Pertanian dan Kehutanan Busel mengalami peningkatan pada tahun ini dibanding tahun sebelumnya, setelah menjadi Daerah Otonomi Baru (DOB) pisahan Kabupaten Buton.

 

Kadis Pertanian dan Kehutanan Busel, La Ode Hajaruddin mengatakan tahun ini dari APBD anggaran untuk instansinya berkisar Rp 4 Miliar lebih dibanding tahun lalu yang hanya mendapatkan berkisar Rp 2 miliar saja.

 

\”Ada peningkatan tahun ini, namun pertanian sendiri yang bisa diidolakan potensinya sebenarnya hanya bawang merah saja karena tanahnya yang subur dan turun temurun di sini memang penghasil bawang merah terbesar,\” katanya.

 

Namun, ini hanya dirasakan oleh masyarakat Lapandewa saja. Kalau berupa bantuan untuk kelompok tani belum ada yang diterapkan. \”Kalau dilihat dari infrastruktur pembangunan busel masih minim karena masih pinjam kantor dan rencananya akan dipindahkan tapi itu masih lama,\” ucapnya.

 

Pada kesempatan ini, La Ode Hajaruddin juga menjelaskan, dengan anggaran tersebut beberapa komoditas unggulan daerah Kabupaten Buton Selatan akan dikembangkan tahun ini. Salah satunya yakni komoditas bawang merah, yang berlokasi di Kecamatan Lapandewa. Daerah ini memang merupakan penghasil bawang merah andalan Kabupaten Busel, Provinsi Sulawesi Tenggara.

 

yamaha

Kadis Pertanian dan Kehutanan Busel, La Ode Hajaruddin memastikan untuk tahun ini pada musim awal di bulan November 2016 mendatang, bibit bawang merah akan direalisasikan kepada masyarakatnya, lokasi pun sudah disediakan untuk bawang merah berkisar 500 Ha.

 

\”Jadi di tahun ini pemda Busel melalui APBD mengucurkan anggaran sebesar Rp.350 juta untuk bawang merah yang berkisar 25 Ha, tapi sementara ini belum ada bibitnya, Namun kemungkinan besar tendernya pertengahan tahun sudah disediakan,\” ucapnya, Sabtu (26/3/2016).

 

Menurut Hajaruddin, Selain bawang merah potensi daerah untuk kekayaan alam dari sektor pertanian lainyya yang bisa digenjot di Busel yakni, jeruk siompu dan jambu mete.

 

\”Kalau di Siompu terkenal dengan jeruk siompu, dan lokasinya sudah disediakan sekitar 10 Ha, Namun itu pihak provinsi yang turunkan langsung bibitnya ke Balai tanaman di Siompu, kami belum tau berapa ribu bibit yang diturunkan,\” terangnya.

 

Sebelumnya, kata Hajaruddin di Siompu sendiri sudah pernah dikembangkan jeruk siompu tapi pada waktu itu masih mengalami kegagalan total disebabkan bukan induknya yang tumbuh tapi steknya saja.

 

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.