SUARA

Apel Pemda Konkep, Puluhan Pejabat SKPD Berbaris di Kelompok Pegawai Malas

SULTRAKINI.COM: KONKEP – Puluhan pejabat SKPD lingkup Pemerintah Kabupaten Konawe Kepulauan harus mengikuti apel dalam barisan terpisah, Rabu (14/9/2016) di Halaman Kantor Bupati. Pemisahan ini dilakukan karena para pejabat tersebut yang tidak masuk kantor pada Selasa (13/9/2016), atau saat hari pertama masuk kerja pasca libur dan cuti bersama Idul Adha.

Pemisahan barisan khusus untuk pegawai malas ini sesuai instruksi Asisten I Pemda Konkep, James Mokke saat memimpin Apel dihari pertama, yang hanya dihadiri oleh beberapa pegawai saja.

Mereka berbaris terpisah yakni Asisten III Rustam Nur, Asisten II, Jalaluddin Rum, Kadissos Taha, Kadis Keuangan Kahar Sinapoy, Kadis PU, Israwan Sulpa, Kepala Kantor KB, Risal Pailing, Kepala Badan BP4K Sitti Muharia, Sekwan, Awaluddin dan beberapa kabag serta puluhan pegawai lainnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Konawe Kepulauan (Konkep), Cecep Trisnajayadi saat memimpin Apel, Rabu (14/9/2016) mengaku, bahwa mereka yang tidak ikut apel kemarin (Selasa) sengaja dipisahkan agar diketahui pegawai yang menambah libur itu siapa saja. 

“Hal ini cukup memilukan dan tak mengenakan bagi kita semua. Hari ini tidak ada hukuman apa-apa cuman dipisahkan saja. Nanti hukumannya pada saat pembayaran Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP) akan ada pemotongan,” tegas Cecep.

yamaha

Cecep juga mengaku bahwa presentasi kehadiran pegawai pada bulan Agustus 2016 hanya 50 persen. Hal ini juga akan menjadi rujukan pengurangan TPP dan hukuman lainnya. “Perlu saya tegaskan hukuman kemalasan pegawai dalam berkantor akan dibuktikan setelah hasil akumulasi kehadirinnya begitu besar,” tambahnya.

Usai Sekda memimpin Apel, Wakil Bupati Konkep, Andi Muh Lutfi mengambil alih barisan eselon II, III, IV serta puluhan pegawai yang berbaris dalam kelompok pegawai malas.

Terhadap para pegawai tersebut, Andi Lutfi mengatakan agar para pejabat jangan lagi mengulangi sifat acuh terhadap tugas utamanya sebagai pegawai. Sebab menurutnya, tugas pegawai adalah mengabdi pada bangsa, negara dan agama.

Sehingga kata Andi Lutfi, pegawai tidak boleh malas, sebab  Jika sifat malas terus dipelihara maka pegawai tersebut akan memakan gaji haram.

“Sebenarnya saya sudah bosan katakan kepada pegawai agar selalu disiplin karena sejak kami dilantik ini terus yang kami tekankan tapi sayangnya belum ada perubahan. Olehnya itu mulai hari dan ke depan saya mengajak untuk kita kembali disiplin demi mempercepat laju pembangunan,” terangnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.