April 2020, Impor Sultra Turun 26,23 Persen

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Nilai impor Provinsi Sulawesi Tenggara pada April 2020 tercatat US$100,61 juta atau mengalami penurunan sebesar 26,23 persen dibanding impor Maret 2020 yang tercatat US$136,38 juta. Sedangkan, volume impor pada April 2020 tercatat 218,84 ribu ton atau turun 48,77 persen dibanding impor Maret 2020 yang tercatat 427,15 ribu ton.

Selama periode Januari 2019-Maret 2020, nilai impor Sultra tertinggi tercatat pada November 2019 dengan nilai mencapai US$341,77 juta dan terendah tercatat di Maret 2019, yaitu US$28,75 juta.

Sementara itu, volume impor tertinggi tercatat pada November 2019 yang mencapai 1.707,17 ribu ton dan terendah di Januari 2019 dengan volume 38,99 ribu ton.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sultra, Mohammad Edy Mahmud, menjelaskan impor Sultra April 2020 didominasi oleh kelompok komoditas besi dan baja dengan nilai US$29,81 juta (29,63 persen). Berikutnya kelompok komoditas mesin-mesin/pesawat mekanik dengan nlai US$17,08 juta (16,97 persen).

“Penurunan terbesar impor Sultra April 2020 dibanding Maret 2020 terjadi pada kelompok komoditi bahan bakar mineral senilai US$50,95 juta (81,53 persen),” kata Edy, Selasa (2/6/2020).

Impor Sultra April 2020 mengalami penurunan sebesar 26,23 persen dibanding bulan sebelumnya. Kondisi tersebut disebabkan oleh penurunan impor terbesar dari negara Singapura senilai US$28,49 juta (96,23 persen).

Dari sisi peranan terhadap total impor Januari-April 2020, Tiongkok merupakan negara asal barang utama terbesar dengan nilai impor US$299,67 juta (63,03 persen), diikuti Australia dengan nilai US$76,89 juta (16,17 persen), dan Singapura dengan nilai impor US$46,97 juta (9,88 persen).

gemilang simpeda bank sultra

“Peranan ketiga negara asal barang utama tersebut mencapai 89,08 persen dari total impor Sultra pada Januari-April 2020,” ujar Edy.

Menurut golongan penggunaan barang, selama April 2020 golongan bahan baku/penolong memberikan peranan terbesar, yaitu 82,04 persen dengan nilai US$82,54 juta.

Sejak Januari-April 2020 dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, nilai impor barang konsumsi mengalami kenaikkan sebesar US$1,32 juta (708,23 persen), bahan baku/penolong mengalami kenaikkan sebesar 185,19 persen atau senilai US$234,80 juta, dan barang modal naik 196,18 persen atau senilai US$74,42 juta.

Untuk itu, nilai neraca perdagangan di Sultra April 2020 mengalami surplus sebesar US$17,55 juta. Sedangkan secara kumulatif, neraca perdagangan Sultra Januari-April 2020 mengalami surplus US$59,34 juta.

“Kondisi tersebut sejalan dengan periode yang sama tahun lalu (Januari-April 2019), dimana nilai neraca perdagangan Sultra mengalami surplus US$355,21 juta,” tambahnya. (B)

(Baca juga: Ekspor Sultra April 2020 Turun 19,87 Persen)

Laporan: Wa Rifin
Editor: Sarini Ido

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.