Arhawi-Ilmiati Didemo, Masa Gunakan Baju Bertuliskan “#2020 Ganti Bupati”

SULTRAKINI.COM: WAKATOBI – Masa yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Pemerhati Wakatobi melakukan aksi demonstrasi dengan menggunakan baju bertuliskan “#2020 Ganti Bupati” di kantor Bupati Wakatobi, Kamis (28/6/2018).Aksi demonstrasi dilakukukan sebegai refleksi dua tahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Wakatobi, Arhawi-Ilmiati Daut.

Puluhan masa yang menggunakan baju kaus #2020 Ganti Bupati ini nyaris bentrok dengan sejumlah SatPol PP Wakatobi, karena masa mencoba mencoret pagar kantor Bupati.

“Kenapa kami hanya mau coret pagar, kalian larang kami padahal ibu Wakil Bupati Wakatobi, Ilmiati Daud tendang kaca sampe pecah kalian tidak proses,” kata Korlap aksi, Emen La Huda.

Emen Lahuda mengatakan kedatangan mereka ingin menagih janji Bupati dan Wakil Bupati Wakatobi saat berkampanye dua tahun lalu. “Mana itu program pendidikan bersinar, kesehatan bersinar, UMKM bersinar, belum ada yang terlealisasi dengan baik,” paparnya

Lanjutnya, untuk pendidikan bersinar saat ini belum terealisasi dengan baik karena hanya sebagian kecil masyarakat yang menikmati itu. “Saya sudah tanya teman-teman mahasiswa yang ada di Baubau, Kendari, Makassar, dan Jogja tidak ada yang dapat,” Ucapnya

Sementara untuk perekonomian, menurutnya, mengalami penurun dengan mengeluhnya sejumlah pedangan pasar. “berdasarkan wawancara kami dengan sejumlah pedangan di pasar semua mengeluh,”ujarnya

Sama halnya dengan program kesehatan bersinar, tambahnya, dimana dalam kampanye Bupati Wakatobi menjanjikan penempatan tiga dokter spesialis Puskesmas disetiap pulau namun sampai saat ini belum ada.

Selain itu, untuk program Wakatobi religius saat ini tidak berjalan baik. karena saat ini banyak tempat hiburan malam berada di tengah pemukiman bahkan di samping mesjid, “Jadi kami nilai pemerintahan saat ini gagal tota,” tegasnya

Id Bulog

Menanggapi hal tersebut, Bupati Wakatobi, Arhawi mengatakan ada mekanisme yang harus dilewati jika ingin ganti bupati, “kalau masyarakat sudah tidak puas dengan pemerintahan saat ini ada saatnya,” ungkapnya

Ia meminta kepada sejumlah masa aksi maupun masyaraka, jika ada yang ingin dibicarakan baik itu masukan untuk pemerintah daerah, ia siap melayani masyarakat dimana saja, “kalau tidak dapat saya dik antor, rumah saya terbuka 24 jam,” terangnya

Terkait kelesuhan ekonomi, Ia mejelaska, karena pada masa pemerintahan dirinya, pemerintah pusat mengeluarkan larangan ekspor barang bekas (RB), sementara banyak masyarakat Wakatobi menggantungkan hidupnya di RB, sehingga berdampak perekonomian Wakatobi.

Namum menurutnya, jika dilihat dari perkembangan ekonomi nasional, perekonomian Wakatobi terbilang tinggi bila dibandingkan dengan daerah-daerah lain yang mempunyai tambang.

Bahkan kedepan, ia meyakini perekonomian Wakatobi akan makin berkembang karena berkat perjuangan pemerintahan saat ini. Dimana APBD Wakatobi meningkat mencapai lebih dari Rp800 miliar bila dibandingkan dengan APBD tahun 2017 hanya lebih dari Rp600 miliar.

Dalam kesempatan yang sama, kepada kadis Pendidikan Wakatobi, Nur Saleh untuk menjelaskan program pendidikan bersinar mulai berjalan tahun 2017, baik itu beasiswa program studi S1, S2 maupun bantuan siswa miskin. “namun untuk memperoleh beasiswa tersebut ada beberapa syarat yang harus dipenuhi,” ungkapnya.

Sementara, mengenai tuntukan masa yang belum sempat dijawab Arhawi menginstruksikan Dinas terkait untuk melakukan konferensi pers untuk menjawab tuntutan masa.

Laporan: Amran Mustar Ode
Editor: Habiruddin Daeng

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.