SUARA

ASN Kemenag Sultra Ditekankan jadi Panutan dan Menebar Kebaikan

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Menghadapi pelaksanaan penilaian mandiri pembangunan zona integritas (PMPZI) dan penilaian mandiri pembangunan reformasi birokrasi (PMPRB) menuju wilayah bebas korupsi (WBK) dan wilayah birokrasi bersih dan melayani (WBBM) tahun 2020, Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Sultra melakukan pembinaan aparatur sipil negara (ASN) lingkup Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Sultra.

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Sultra, Fesal Musaad, didampingi Kepala Bagian Tata Usaha (Kabag TU) Kanwil Kemenag Sultra, Joko dan Kepala Subbag Ortala dan KUB, Abdul Rahman Jaya, saat melakukan pembinaan ASN lingkup Kanwil Kemenag Sultra mengatakan, sebagai ASN Kementerian dengan embel-embel agama, harus senantiasa menjaga sikap, menjadi panutan dan teladan serta senantiasa menebarkan kebaikan dimanapun berada.

“Jangan pernah menebar kebencian, jadilah contoh dan panutan dimanapun kita berada. Senantiasa menebar kedamaian, dan menerapkan lima budaya kerja dalam melaksanakan tugas kita sehari-hari,” ujarnya, Selasa (1/9/2020).

Kakanwil mengingatkan, agar ASN Kemenag Sultra senantiasa bisa menjaga lidah dan hati. Menjaga ucapan dan tahu batas-batas berpendapat, mana ruang pribadi dan mana ruang publik. Terlebih lagi, tidak menebar kebencian melalui media sosial.

Fesal juga menekankan, agar ASN Kemenag Sultra senantiasa memperhatikan perilaku kerja sebagaimana poin-poin yang tercantum dalam penilaian SKP pegawai. Poin tersebut menyangkut orientasi pelayanan, integritas, komitmen, disiplin, kerjasama dan kepemimpinan.

yamaha

“Selain orientasi pelayanan dan integritas, hal lain yang harus dijaga adalah komitmen. Komitmen menyangkut kemauan dan kemampuan ASN menyeimbangkan sikap dan tindakan dalam mewujudkan tujuan organisasi atau lembaga dengan mengesampingkan kepentingan pribadi atau golongan,” imbuhnya.

Sementara itu lanjut Fesal, disiplin dan kerjasama tak kalah penting. Disiplin menyangkut kesanggupan ASN melaksanakan kewajiban dan menghindari larangan. Kerjasama lebih mengarah pada bagaimana ASN bekerjasama dengan rekan kerja atau antara atasan dan bawahan.

“Poin terakhir kepemimpinan, merupakan kemampuan ASN untuk memotivasi, memberdayakan dan mempengaruhi bawahannya dalam melaksanakan tugas demi tercapainya visi dan misi Kemenag,” pungkas Kakanwil.

Kakanwil berharap, pembinaan ASN ini intens dilakukan, untuk memberikan pemahaman bagi ASN. Pembinaan ASN ini dihadiri seluruh pejabat eselon III dan IV serta ASN lingkup Kanwil Kemenag Sultra. (C)

Laporan: La Niati
Editor: Hasrul Tamrin

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.