SULTRAKINI.COM: Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Ilmu Komunikasi (Aspikom) Wilayah Sulawesi Tenggara, Dr La Tarifu, menegaskan bahwa Aspikom bukan organisasi politik melainkan sebuah organisasi profesi sehingga harus dikelola bersama secara baik dan transparan.

Aspikom Bukan Organisasi Politik, Ini Pesan La Tarifu
Ketua Aspikom Sultra, Dr La Tarifu (Kanan) didampingi pengurus lain, pada acara Raker, Jumat (5 Januari 2018).

Hal itu dikemukakan Tarifu pada rapat kerja organisasi tersebut di salah satu warkop di Kota Kendari, Jumat (5 Januari 2018) sore. 

Raker dihadiri hampir seluruh pengurus Aspikom yang terdiri dosen-dosen ilmu komunikasi dari empat perguruan tinggi penyelenggara ilmu komunikasi, yakni Universitas Halu Oleo, Institut Agama Islam Negeri Kendari, Universitas Muhammadiyah Kendari, dan Universitas Nahdlatul Ulama Sulawesi Tenggara (Unusra).

Tarifu menginginkan organisasi yang dipimpinnya tersebut dapat merumuskan program kerja unggulan pada setiap bidang, sesuai dengan visi dan misi organisasi, dan terpublikasi melalui media massa.

“Kita (Aspikom Sultra, Red) terpublikasi melalui media massa minimal dua kali dalam sebulan,” kata Tarifu berpesan kepada pengurus Aspikom Sultra. 

Pengurus Aspikom Sultra merumuskan program kerja.

Beberapa program unggulan yang dirumuskan dalam raker tersebut adalah pelaksanaan seminar bertaraf internasional serta pembuatan jurnal terakreditasi sebagai sarana publikasi ilmiah para dosen ilmu komunikasi.

Beberapa perguruan tinggi anggota Aspikom Sultra telah memiliki jurnal secara internal, namun melalui jurnal Aspikom Sultra dapat mengatasi keterbatasan karya tulis yang menjadi kendala selama ini.

Aspikom resmi berdiri di Sultra pada akhir Desember 2017. Pengurusnya dilantik oleh Ketua Aspikom pusat Dr. Heri Budianto pada 20 Desember 2017. Pelantikan itu dihadiri Rektor Universitas Halu Oleo Prof. Dr. Muhammad Zamrun F dan Dekan FISIP UHO Dr. Bahtiar. (frirac)

Tanggapan Anda?

Facebook Conversations