Astaga.. 450 Ton Raskin di Bulog Wakatobi Tak Layak Konsumsi

SULTRAKINI.COM: WAKATOBI – Dari 850 ton Beras Miskin (Raskin) yang tersedia di gudang Bulog Wakatobi, tim verifikasi Pemda setempat menemukan 450 ton diantaranya tidak layak konsumsi.

 

Tim verifikasi yang dipimpin langsung oleh Sekda Wakatobi, Dr. H. Sudjiton, melakukan inspeksi Sabtu (9/4/2016) lalu di gudang Bulog Wakatobi. Hasilnya, hanya 400 ton Raskin yang ditemukan layak konsumsi.

 

Sudjiton mengatakan, Raskin yang tidak layak konsumsi ini terlalu lama disimpan di gudang bahkan ada yang sejak dari tahun 2014. Sehingga memang kondisi Raskin tersebut sudah berkutu, berbau, dan berwarna kuning.

 

”Oleh karena itu, saya sudah sampaikan ke Bulog langsung agar Raskin yang tidak layak konsumsi ini jangan lagi disalurkan ke masyarakat, yang disalurkan hanya beras yang layak konsumsi yaitu sekitar 400 ton saja,” ujar Sekda Wakatobi, Sudjiton.

 

Dia mengakui, tahun lalu pihaknya sempat kecolongan dalam pengawasan penyaluran Raskin ke masyarakat. Olehnya itu, dirinya langsung turun ke lapangan untuk mengecek kualitas beras yang akan disalurkan ke warganya.

yamaha

 

“Jujur saja, sebelum-sebelumnya kita sempat mengalami kecolongan dalam pengawasi penyaluran beras ke masyarakat. Olehnya, hari ini kita turun lapangan lakukan seleksi agar tidak terulang lagi penyaluran beras tidak layak konsumsi seperti yang pernah terjadi sebelumnya,” ucap Sudjiton.

 

Kata dia, pihaknya akan menjadikan beras kualitas baik sebagai sampel, kemudian di titik distribusi akhir akan diperlihatkan ke masyaraka penerima. Kalau beras yang diterima tidak seperti sampel awal, masyarakat boleh mengembalikannya.

 

”Tim kami sudah sepakat dengan pihak Bulog agar standar beras yang di terima oleh masyarakat di titik distribusi sesuai dengan sampel yang akan kami kirim ke semua desa yang ada di Wakatobi,” jelasnya.

 

Seharusnya, stok beras yang ada di gudang akan dibagikan hingga bulan Juni. Dengan ditemukannya ratusan ton Raskin tidak layak konsumsi ini, karena hanya 400 ton yang lolos seleksi, maka terpaksa penyalurannya hanya sampai bulan April saja.

 

Editor: Gugus Suryaman

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.