Iklan Clarion

Bahan Makanan masih Penyebab Inflasi Sultra

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat, inflasi Kota Kendari sebesar 0,28 persen dan Kota Baubau 0,42 persen pada November 2018.

Perkembangan inflasi Kota Kendari jika diuraikan, berasal dari bahan makanan 0,01 persen, perumahan 0,02 persen, sandang 0,05 persen, kesehatan 0,04 persen, dan transportasi 0,07 persen.

[ Klik Banner untuk ke Halaman Registrasi ]

Kepala BPS Sultra, Mohamad Edy Mahmud, menerangkan terdapat sepuluh komoditas pendorong terjadinya inflasi November di Sultra, di antaranya angkutan udara 0,09 persen, beras 0,04 persen, kacang panjang 0,03 persen, bandeng 0,03 persen, terong panjang 0,02 persen, kangkung 0,02 persen, sawi hijau 0,02 persen, bensin 0,02 persen, jantung pisang 0,02 persen, celana panjang sersin wanita 0,02 persen.

Di satu sisi sepuluh komoditas lainnya ternyata menekan inflasi, seperti ikan cakalang 0,08 persen, tomat sayur 0,03 persen, cabai rawit 0,03 persen, minyak goreng 0,02 persen, serta cumi-cumi, bawang putih, ikan katamba, ikan kembung, tempe, dan ikan baronang masing-masing 0,01 persen.

“Ada juga sepuluh komoditas yang menekan inflasi atau deflasi,” ujar Edy, Senin (8/12/2018).

(Baca juga: Inflasi Tahunan Sultra 1,61 Persen, Kendari 1,27 Persen)

(Baca juga: Sayur dan Ikan Pengaruh Terbesar Inflasi Kendari)

Untuk diketahui, dari 82 indeks harga konsumen (IHK) terdapat 70 kota yang mengalami inflasi dan 12 kota yang mengalami deflasi.

“Inflasi tertinggi di Merauke sebesar 2.05 persen dan inflasi terendah Balikpapan 0,01 persen, sedangkan deflasi terdalam Medan -0,64 persen dan deflasi terendah Pematang Siantar dan Pangkal Pinang -0,01 persen,” sambungnya.

Laporan: Wa Rifin
Editor: Sarini Ido

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.