Balai Karantina Dukung Program Pengembangan Kakao Sultra

SULTRAKINI.COM: Usaha untuk mengembangkan produksi Kakao di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) terus dilakukan, salah satunya dengan mendatangkan bibit tanaman kakao yang berkualitas dari daerah lain.

Untuk mendukung program tersebut, selain melakukan pemeriksaan untuk menjamin bibit kakao yang masuk melalui Bandara Haluoleo bebas dari organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK), Karantina Kendari juga melakukan pengawalan bibit sampai di lokasi tanam. Seperti yang dilakukan petugas karantina wilker Bandara Haluoleo.

Setelah lakukan pemeriksaan di terminal cargo Bandara Haluoleo, 10.000 bibit kakao asal Jember, Jawa Timur itu dikawal sampai lokasi pembibitan di Desa Lamomea, Kabupaten Konawe Selatan. Pengawalan dilakukan untuk memastikan selama perjalanan bibit tersebut aman dari OPTK.

“Karantina Kendari akan mendukung program pembangunan pertanian Sulawesi Tenggara, salah
peningkatan produksi kakao ini,” terang Kepala Balai Karantina Kendari, drh. L.M. Mastari., M.M, Selasa (17/7/2018).

Ribuan bibit kakao asal Jember untuk mendukung program pembangunan pertanian Sulawesi Tenggara. (Foto: Balai Karantina Kendari)
Ribuan bibit kakao asal Jember untuk mendukung program pembangunan pertanian Sulawesi Tenggara. (Foto: Balai Karantina Kendari)

Menurutnya, bibit kakao yang sehat akan menghasilkan produk berkualitas sehingga menambah kesinambungan ekspor kakao Sultra.

“Jika bibit kakao sehat, diharapkan produksinya berkualitas baik,” terang Mastari dijumpai saat acara penutupan Bulan Bakti Karantina Pertanian yang bertema jaga produk petani kita, bersama mendorong ekspor komoditas pertanian, peternakan dan perkebunan Sultra.

Sumber: Balai Karantina Kendari
Editor: Sarini Ido

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.