Balita Gizi Buruk dan Hidrosefalus di Buton Butuh Uluran Tangan

SULTRAKINI.COM: BAUBAU – Anak balita asal Desa Labuandiri, Kecamatan Siontapina, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara, Fazrin usia 4 tahun diduga menderita penyakit gizi buruk dan hidrosefalus dan butuh uluran tangan karena akan menjalani penanganan medis di Kota Baubau.

Fazrin sebagai anak bungsu yang hidup bersama 3 orang saudaranya hanya dihidupi seorang ibu rumah tangga yang tidak berkecukupan, sehingga dengan kondisi tersebut kebutuhan gizinya tidak terpenuhi.

Makin hari kondisinya makin memburuk, bahkan dikhawatirkan penyakit hidrosefalus yang menyerang kepalanya membuat semakin besar, sementara kondisi gizinya juga semakin buruk yang menyebabkan tubuhnya sakin kurus dan kecil, dari sejak kecil atau lahir.

Faktor keterbatasan biaya dan belum adanya indetitas kependudukan, sehingga menjadi penghambat Fazrin untuk berobat ke fasilitas kesehatan yang memadai.

Nenek Fazrin, Wa Aning, mengatakan Fazrin selama ini belum memiliki kartu BPJS bantuan pemerintah, karena Fazrin belum memiliki data kependudukan dan surat domisili Siontapina, Kabupaten Buton.

Bahkan saat kondisi pandemi ini orang tua Fazrin tidak mendapat satu bantuanpun karena tidak tercatat sebagai penduduk Siontapina. Sebelumnya orang tua Fazrin merantau di Sorong dan kemudian menetap di Raha, Kabupaten Muna.

“Sudah dua tahun di Siontapina. Selama di Siontapina kasian nda pernah dia dapat bantuan. Sekarang baru saya uruskan pindah domisilinya. Keluarmi kartu keluarganya mereka,” terang Wa Aning, Rabu (30/9/2020).

Atas bantuan dari Tim Aksi Sosial Berbagi (ASB) Baubau Fazrin sudah akan berobat di RSUD Baubau. Namun untuk sementara masih diinapkan di posko ASB.

Wa Aning berharap melalui bantuan dari tim ASB Kota Baubau dapat pelan pelan membantu mengurangi penyakit yang diderita cucunya tersebut.

yamaha

“Pak dusun disini juga mendukung. Kita juga bersyukur kalau ada bantuan ini, mau dibantu itu anak mau diobati,” tutur Wa Aning.

Penanggungjawab Aksi Sosial Berbagi (ASB) Kota Baubau, Mey mengatakan, mendapati aduan terkait informasi adanya warga kurang mampu dan menderita penyakit langsung bergerak memberi pertolongan seadanya. ASB juga sangat menyayangkan balita ini di usia seperti Fazrin sudah harus berjuang melawat dua penyakit berbahaya sekaligus.

Dari itu, kata Mey, ASB Kota Baubau kemudian memutuskan untuk membawa Fazrin ke Kota Baubau untuk dirawat di posko ASB untuk sementara waktu sampai gizi Fazrin pulih.

Kemudian pengobatan dilanjutkan pada penanganan penyakit yang diderita Fazrin. Adapun pembiayan pengobatan Fazrin didapatkan dari sejumlah donatur yang tersentuh hatinya.

“Sudah kantongi izin dari kepala dusun dan puskesmas setempat. Siap jalankan tugas,” terang Mey saat membawa Fazrin dari Siontapina ke Rumah Posko ASB di Kota Baubau pada, Rabu (30/9/2020).

Mey mengaku, timnya akan berupaya dalam penanganan pengobatan Fazrin selama berada di Kota Baubau.

“Jujur kalau soal aksi, kami siap dalam menangani pasien yang datang ke kami untuk dibantu. Tapi kami masi banyak keterbatasan, kami terkendala dana,” kata Mey, pada SultraKini.com.

Mey berharap agar kegiatan sosial organisasi ASB dalam membantu sesama juga dapat diketahui oleh Pemerintah Daerah atau perwakilan rakyat untuk membantu sehingga mengurangi beban derita Fazrin dan keluarganya. (B)

Laporan: Aisyah Welina
Editor: Hasrul Tamrin

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.