SUARA

Bangun Rumah Sakit Tipe B, Safei Tetap Optimis

SULTRAKINI.COM: KOLAKA- Guna memenuhi kebutuhan kesehatan yang mumpuni bagi masyarakat Kota Kolaka, Ahmad Safei, selaku Bupati Kolaka menegaskan bahwa seluruh pihak harus tetap optimis dengan rencana dibangunnya rumah sakit tipe B dipelataran eks Halo Sultra. Hal ini dikatakan olehnya saat menghadirkan konsultan perencanaan pembangunan rumah sakit beserta pihak rumah sakit Benyamin Guluh Kolaka.
 
 
Pertemuan antara pihak konsulan, pihak RSBG masyarakat Kolaka serta pihak lain dilakukan di aula SMS BerJaya Pemda Kolaka. Dalam pertemuan itu terjadi tanya jawab antara konsultan dengan undangan yang lain. Hal ini dilakukan guna mengetahui konsep pembangunan dan kegunaan rumah sakit itu nantinya.
 
 
“Jangan ada kata-kata pesimis mengatakan, bisakah Rumah sakit ini terbangun. Sebab kata-kata itu juga pernah dikatakan saat membangun bandara. Kenyataannya bisa terbangun,” kata Ahmad Safei. 
 
 
Direktur RS Benyamin Guluh dr Muhammad Hasbi Cukka dan beberapa dokter spesialis banyak memberikan masukan pada pembangunan RSUD Kolaka ini. Terutama berkaitan dengan akreditasinya, sebab ‎akreditasi merupakan syarat ketika membangun RS.  Selain itu, harus dipikirkan pasien kelas dua dan tiga, karena mereka menginginkan kenyamanan dalam berobat.
 
 
Selain itu juga dipikirkan Sumber Daya Manusia (SDM), khususnya dokter spesialis. Apalagi sampai hari ini dokter spesialis anastesi belum ada di RSBG, pada hal idealnya ahli anastesi harus ada. Tak kalah pentingnya kamar operasi paling tidak 5 kamar diantaranya bedah umum dan ortopedi, serta ruang isolasi untuk pasien infeksi maupun tetanus.
yamaha
 
 
Terhadap tanggapan dokter RSBG, konsultan RSUD Kolaka Alim Bahri mengungkapkan bahwa desain RSUD mengacu pada persyaratan akreditasi. Semua yang diusulkan dokter sudah masuk dalam master plan. Hanya saja ada beberapa yang belum dimasukkan seperti ruangan luka bakar akan disediakan.
 
 
“RSUD Kolaka ini membutuhkan listrik sebesar 0,8 mega. Disana ada lif pasien dibeberapa titik. Dari UGD menuju ruangan bedah di lantai tiga yang berhadapan dengan kebidanan. Ada lif khusus petugas dan lif pengunjung,” kata Alim Bahri.
 
 
Sementara itu, Kadis Pekerjaan Umum Kolaka H A Abbas Nuhung mengungkapkan, dalam pembangunan RSUD Kolaka mulai dianggarkan tahun ini melalui APBD perubahan sebesar Rp 75 milyar khusus bangunan dengan prediksi harga saat ini, belum masuk peralatannya.
 
 
“Kami berharap dua tahun kedepan RSUD ini sudah bisa digunakan satu tower,” harap Abbas.
 
 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.