Bank Pemerintah masih Dominasi Industri Perbankan di Sultra

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Sulawesi Tenggara mencatat secara keseluruhan aset bank umum yang berada di Sultra pada triwulan II 2019 mencapai Rp 31,1 triliun tumbuh 15,2 persen (yoy) sedikit lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya yang tercatat 15,9 persen (yoy).

Kepala KPwBI Sultra, Suharman Tabrani, mengatakan moderasi pertumbuhan aset tersebut dipengaruhi oleh melambatnya pertumbuhan aset pada bank pemerintah. Berdasarkan pangsanya, bank pemerintah masih mendominasi industri perbankan di Sultra dengan porsi aset mencapai 84,9 persen dari total aset bank umum dan tumbuh sebesar 16,1 persen (yoy), lebih rendah dari periode sebelumnya yang berhasil tumbuh 17,6 persen (yoy).

“Sedangkan pangsa total aset bank swasta nasional tercatat 15,1 persen dari total aset bank umum di Sultra, tumbuh 10,8 persen (yoy) dibandingkan periode sebelumnya sebesar 7,5 persen (yoy),” terang Suharman, Senin (21/10/2019).

Secara spasial, aset perbankan masih terkonsentrasi di Kota Kendari dengan pangsa mencapai 59,8 persen dari keseluruhan aset bank umum yang ada di Sultra. Kondisi tersebut masih menunjukkan perbankan masih terkonsentrasi di daerah ibu kota provinsi sebagai motor penggerak perekonomian.

“Daerah selain Kota Kendari yang memiliki aset bank cukup besar adalah Kabupaten Kolaka dan Kota Baubau dengan pangsa masing-masing sebesar 11,3 persen dan 10,3 persen,” jelas Suharman.

Tingginya aset perbankan di kedua kota dan kabupaten tersebut juga didasari besarnya kegiatan ekonomi di daerah tersebut. Sementara beberapa daerah dengan pangsa aset yang relatif kecil, seperti Kabupaten Buton Utara dan Kolaka Utara mencatat pertumbuhan aset yang signifikan.

“Keduanya berhasil tumbuh di atas 20 persen (yoy), yaitu sebesar 35,3 persen (yoy) dan 22,1 (yoy). Hal tersebut menunjukkan perbankan juga melakukan ekspansi bisnis ke berbagai kabupaten di Sultra,” tambahnya.

Ke depan yang menjadi perhatian BI adalah penurunan aset yang terjadi di Kabupaten Buton yang bahkan pada triwulan II 2019 merupakan daerah dengan aset perbankan terkecil di Provinsi Sulawesi Tenggara.

Laporan: Wa Rifin
Editor: Sarini Ido

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.