Basarnas Perjelas 10 Kantong Jenazah Berisi Korban Berada di RS Polri

SULTRAKINI.COM: Sebanyak 10 kantong jenazah berisi potongan tubuh korban jatuhnya Lion Air JT-610 ditemukan tim evakuasi. Kantong jenazah tersebut telah dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramatjati, Jakarta Timur dari posko evakuasi di Dermaga JICT 2 Pelabuhan Tanjung Priok. Data tersebut dilaporkan hingga Selasa (30 Oktober) pagi.

Kepala Badan SAR Nasional M Syaugi, menyatakan total 24 kantong jenazah dari lokasi pencarian. Namun 14 kantong di antaranya berisikan serpihan pesawat. Sementara 10 kantong merupakan potongan tubuh korban yang dikirim dari lokasi pencarian lewat tujuh kapal berbeda-beda. Bukan 24 jenazah korban.

“Memang total kantong 24, tetapi 14 (kantong) adalah serpihan-serpihan kecil, korban jenazah ada 10 kantong,” ujar Syaugi di Dermaga JICT 2, Selasa (30/10).

Kapal-kapal itu adalah kapal RIB 01 (satu kantong jenazah), KRI Sikuda (empat kantong jenazah), KN Damaru milik KPLP (satu kantong jenazah), Kapal Bea Cukai (satu kantong jenazah), RIB Dumara (satu kantong jenazah), KAL Sanca (satu kantong jenazah), dan KNP 348 milik KPLP (satu kantong jenazah). Kapal terakhir mengangkut kantong jenazah adalah KAL Sanca yang tiba di Dermaga JICT 2 pada Senin (29/10) sekitar pukul 22.40 WIB.

Syaugi tak menjelaskan, apakah korban yang ditemukan dalam keadaan utuh atau tidak. Dia mengatakan, semua kantong jenazah sudah diserahkan ke RS Polri.

“Kalau yang ada di atas permukaan sudah kita ambil semua. sudah kita collect semua ada disini dan 10 kantong itu sejak tadi malam sudah kita serahkan kepada Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk diidentifikasi,” ungkap Syaugi.

Jumlah kantong jenazah korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 yang dikirim ke RS Polri terus bertambah. RS Polri akan berjaga selama 24 jam untuk menunggu kiriman kantong jenazah.

Lion Air JT-610 dikabarkan jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat, Senin (29 Oktober). Pesawat dengan rute Jakarta-Pangkalpinang itu, memuat 189 orang terdiri dari kru pesawat dan penumpang.

Sumber: Kompas.com dan Detik.com

Laporan: Hartia dan Yuti Sandra J

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.