SUARA

Bawa Samurai di Mobdis, Kasat Pol-PP Wakatobi Diamankan Polisi

SULTRAKINI.COM: WAKATOBI – Hari kedua pelaksanaan Operasi Patuh 2016, Kepolisian resort (Polres) Wakatobi menemukan tiga senjata tajam (Sajam) di mobil dinas patroli Polisi Pamong Praja Wakatobi yang dikendarai oleh, Kasat Pol-PP La Ode Adu. Selasa (17/5/2016).

 

Mobil dinas bernomor polisi DT 8013 L yang dikendarai oleh Kasat Pol-PP ini, terjaring operasi patuh yang dilakukan oleh Satuan Lalu Lintas Polres Wakatobi di Wasimana, Kelurahan Wanci, Kecamatan Wangi-wangi, sekitar pukul 08.00 Wita.

 

Saat itu, anggota Sat Lantas Polres Wakatobi, menghentikan mobil yang dikendarai oleh Kasat Pol-PP, La Ode Adu untuk menanyakan kelengkapan surat berkendaraan dan melakukan pemeriksaan. Saat itulah, polisi menemukan samurai, sangkur dan Badik, masing-masing sebanyak satu buah.

 

yamaha

Setelah ditemukannya sajam tersebut, La Ode Adu bersama Kendaraan Dinas Patroli Pol PP yang dikendarainya, diamankan ke Polres Wakatobi, untuk pemeriksaan lebih lanjut.

 

Hingga berita ini diturunkan, SULTRAKINI.COM belum bisa mendapatkan keterangan resmi dari pihak kepolisian, perihal penemuan sajamnya itu. Dari informasi yang dihimpun diketahui, saat pihak polisi masih memeriksa Kasat Pol PP, La Ode Adu.

Sebanyak 99 Unit Kendaraan Terjaring Operasi Patuh 2016

Dalam pelaksanaan Operasi Patuh 2016, oleh Satuan Lalu lintas Polres Wakatobi di hari kedua ini, sebanyak 99 unit kendaraan bermotor yang tidak dilengkapi surat resmi, terjaring operasi.

Dari jumlah tersebut, kendaraan roda dua yang terjaring dalam operasi ini sebanyak 98 unit. Sedangkan untuk kendaraan roda empat hanya satu yaitu mobil dinas Patroli pengawal Polisi Pamong Praja pemkab Wakatobi.

 

Kaposko Operasi Patuh 2016, AIPDA Yusril mengatakan, dari kendaraan yang terjaring, pelanggarannya, akibat tidak memiliki SIM dan potensi terjadi Kecelakaan Lalulintas (Laka Lantas) seperti tidak memiliki kaca spion dan lampu weser.

 

\”Jadi pelanggaran yang berpotensi Laka maka kita akan bawa sampai ke persidangan namun kalau yang tidak memiliki SIM maka kita mereka harus memiliki SIM dulu baru bisa di ambil motornya,\” ucapnya.

 

Yusril menambahkan lokasi yang menjadi fokus operasi ini, ditentukan oleh informasih yang dihimpun dari intelijen, dimana letak lokasi yang rawan terjadinya lakalantas.

 

\”Lokasi yang operasi patuh ini, berdasarkan informasi yang dihimpun dari intelejen. Dimana lokasi yang rawan terjadinya Laka Lantas,\” ucapanya.

 

Dalam operasi yang berlangsung sejak tanggal 16 hingga 29 Mei 2016 ini, tak hanya melibatkan satuan lulintas saja, namun juga melibatkan anggota Provos dan Intel.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.