Pilkada koltim

Bawaslu Muna Berupaya Meminimalisir Pelanggaran Pilkada Muna 2020

SULTRAKINI.COM: MUNA – Guna meminimalisir terjadinya pelanggaran, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Muna mengadakan rapat koordinasi pengawasan kampanye pada pemilihan bupati dan wakil bupati Muna tahun 2020, disalah satu hotel di Kota Raha, Selasa (20/10/2020).

Dalam rapat koordinasi ini Bawasalu Muna menghadirkan langsung pihak-pihak terkait yang berkaitan dengan pemilihan kepala daerah di Kabupaten Mun diantaranya, seluruh perwakilan Panwascam se-Kabupaten Muna sebanyak 44 orang, perwakilan partai politik sebanyak 10 orang, liaison officer (LO) dari pasangan calon sebanyak 4 orang masing-masing dua orang dari pasangan kandidat LM Rusman Emba-Bahrun Labuta dan LM Rajiun Tumada- La Pili, serta perwakilan media masa atau pers sebanyak 8 orang. Total keseluruhan peserta sebanyak 66 orang.

Ketua Bawaslu Muna, Al Abzal Naim, mengatakan rapat koordinsi pengawasan kampanye ini sengaja dilakukan pihaknya supaya bisa menyamakan pandangan dalam setiap tahapan pemilihan, untuk meminimalisir terjadi pelanggaran dalam tahapan kampanye.

“Pertemuan ini dilakukan, agar bisa menyatukan pemahaman kita terkait pelaksanaan kampanye dan itu untuk menyamakan presepsi pelaksaan tahapan kampanye pada pemilihan bupati dan wakil bupati Muna tahun 2020,” kata Bram sapaan akrab ketua Bawaslu Muna.

Bram menuturkan, dalam rapat koordinasi ini Bawaslu sebagai lembaga pengawas pemilu menginginkan agar Panwascan yang ada dimasing-masing kecamatan bisa memahami perannya sehingga dapat meminimalisir terjadinya pelanggaran.

Pilkada

“Hasil yang akan dicapai dalam kegiatan ini, yaitu pemantapan pengetahuan tentang kapasitas Panwascam pada setiap tahapan pemilihan bupati dan wakil bupati Muna, sehingga pelaksanaan kampanye berjalan dengan baik dan tepat sasaran, meningkatkan wawasan pengetahuan Panwascam, partai politik pengusung calon, LO pasangan calon dan perwakilan media pers untuk bersama-sama mengawasi setiap tahapan pemilihan dalam rangka mencegah kemungkinan terjadinya pelanggaran dalam setiap tahapan pemilihan,” jelasnya.

Dia menambahkan, kegiatan koordinasi ini juga, bisa menambah ilmu pengetahuan tentang dinamika politik sehingga bisa bersama-sama ikut menjaga ketertiban dan keamanan dalam setiap pelaksanaan tahapan pemilihan.

Bram juga mengatakan, Bawaslu Muna berkoordinasi dengan LO pasangan calon, untuk menyampaikan, bahwa pemilihan saat ini tidak seperti pemilihan bupati sebelumnya, karena dalam situasi pandemi Covid 19.

“Disituasi pandemi Covid 19, kita harus lebih cermat dan berhati-hati dalam pelaksanaan pilkada tahun ini karena memperhatikan protokol kesehatan,” tutupnya. (C)

Laporan: LM Nur Alim
Editor: Hasrul Tamrin

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.