Beda Pilihan di Pilkada Mubar, Pemuda Ini di Keroyok Sekelompok Warga

SULTRAKINI.COM :MUNA BARAT – Pilkada Muna Barat sudah usai, namun dendam politik gara-gara beda pilihan di masyarakat belum juga usai. Saling ejek antar pendukung pasangan calon karena menang kalah, masih menjadi fenomena yang muncul setiap saat yang dapat memicu lahirnya konflik horisontal di tengah-tengah masyarakat.

yamaha

Seperti yang di alami seorang warga di Kelurahan Lapadaku Kecamatan Lawa, menjadi korban penganiayaan. Sebab pada Jumat 17 Februari 2017 malam, Amsar Hatami (28), salah seorang pendukung  pasangan calon Bupati Muna Barat, LM Ihsan Taufik Ridwan-La Nika (Insani), babak belur dihajar oleh sekelompok masyarakat yang sedang nongkrong di Posko pasangan calon LM Rajiun Tumada-Achamad Lamani (Rahmat).

Amsar Hatami kepada SultraKini.com, menceritakan, sekitar pukul 21.30 WITA, dirinya keluar dari rumah mertuanya di Lorong Bagadang menuju ke rumah orang tuanya yang berjarak ratusan meter dari lorong Bagadang. Namun ketika lewat di depan Posko, ia diteriaki oleh sekelompok masyarakat yang sedang duduk di posko tersebut. Tanpa berprasangka buruk, Amsar Hatami langsung berhenti dan balas menyapa.

“Yang ada di posko malam itu sekitar 10 orang. Saya berfikir mereka menyapa saya, kemudian saya membalas sapaannya mereka, bagaimana? Tapi tiba-tiba salah seorang dari mereka, La Nsuli (pelaku_red) datang menarik leher saya dan mendorong motor saya, kemudian saya jatuh ke tanah. “Tuturnya. Sabtu (18/2/2017)

Setelah jatuh, korban masih sempat berdiri, tetapi pelaku (La Nsuli_red), kembali melayangkan pukulan tepat ke pelipis kiri korban yang mengakibatkan pelipis korban mengalami luka robek.

“Setelah saya bangun, pelaku (La Nsuli_red) kemudian memukul muka saya tepat di bagian pelipis kiri. Setelah itu datang orang-orang yang melerai. “Tambahnya.

Tak hanya sampai di situ, setelah sempat dilerai oleh orang-orang disekitar lokasi, lanjut Amsar, pelaku masih berusaha memukulinya, sehingga mengenai bagian punggung dan beberapa kali pukulan di bagian kepala serta bagian pipi. Di tengah kerumunan tersebut kemudian muncul pelaku lainnya, (La Uma) yang langsung melayangkan pukulan ke arah kepala korban.

“La Uma (pelaku) muncul di depanku langsung memukul, dia senter muka saya, tapi saya menunduk dan pukulannya mengenai kepala saya. “Ujarnya.

Sejauh ini korban belum mengetahui alasan para pelaku melakukan penganiayaan terhadap dirinya.

“Saya tidak tahu apa alasannya? Saya juga tidak punya dendam dengan mereka, hanya selama ini mereka selalu teriaki saya kalau lewat depan Poskonya mereka, karena saya terang-terangan mendukung Insani. “Ucapnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.