SULTRAKINI.COM: KENDARI - Setelah tiga kali ditunda, akhirnya gedung baru DPRD Kota Kendari akan ditempati. Di bangunan ini, setiap anggota dewan memiliki ruangannya sendiri. Inilah salah satu pembeda dengan gedung lama yang ditempati DPRD Kendari.

Bedanya Gedung Baru DPRD Kendari dengan yang Lama
Gedung baru DPRD Kota Kendari yang berada di Jalan Madusila, Kecamatan Poasia, Kota Kendari. (Foto: Didul Interisti/SULTRAKINI.COM)

Di gedung baru, tersedia 45 ruangan untuk 35 anggota DPRD Kota Kendari. Ruangan sisanya disiapkan untuk penambahan anggota dewan di masa mendatang.

Dengan desain dua lantai, gedung ini terdiri atas gedung A dan B. Untuk gedung A, terdapat ruang sidang paripurna dan ruang untuk pegawai sekretariat. Sementara gedung B merupakan ruang setiap pimpinan, ruang fraksi, ruang komisi, dan ruangan untuk anggota dewan. Kedua gedung ini berjarak sekitar 30 meter dengan dihubungkan koridor dengan lebar sekitar 10 meter.

Gedung yang dibangun selama kurun waktu 2014-2017 ini menelan anggaran Rp 60 miliar lebih. Terletak di Jalan Madusila, Kecamatan Poasia, Kota Kendari gedung yang diklaim termegah di Sultra ini menempati lahan seluas 3,3 hektar. 

Dengan lahan seluas itu, area parkir dapat menampung kendaraan untuk anggota dewan dan pegawai serta tamu jika sedang diagendakan rapat. Selain itu terdapat pintu masuk dan keluar yang juga tak dimiliki kantor lama.

Bagi anggota dewan dengan berbagai fasilitas yang dimiliki di kantor baru, sangat berbeda dengan kantor lama yang hanya dilengkapi ruang sidang paripurna, ruang wakil ketua, ruang ketua yang memiliki ruang rapat, dan ruang komisi.

Dikatakan Kepala Sub Bagian Humas dan Protokoler DPRD Kota Kendari, Bobi Adrian Sabara, penggunaan gedung ini akan diresmikan 27 September 2017. "Rencananya wali kota (Asrun) sendiri yang akan resmikan. Diundangan agendanya pagi pukul 8.30 (Wita)," jelas Bobi melalui sambungan telepon, Selasa (26/9/2017).

Sebelumnya, telah diagendakan sebanyak tiga kali rencana untuk menempati bangunan baru ini. Berawal direncanakan di bulan Mei 2017, diulur pada Juli, kemudian berakhir di bulan Agustus 2017. Pengunduran tsrsebut disebabkan belum rampungnya penyelesaian sejumlah barang interior di beberapa ruangan termasuk pembenahan taman.


Laporan: Didul Interisti

Ruang sidang yang berada di gedung A gedung baru DPRD Kota Kendari (Foto: Didul Interisti/SULTRAKINI.COM)

Tanggapan Anda?

Facebook Conversations