Begini Cara Anoa Uji Keperkasaan Sebelum Mandiri

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Hewan endemik Anoa sebagai maskot Sulawesi Tenggara yang langka dan dilindungi, ternyata menyimpan cerita moril utamanya bagi para pemuda.

Menurut Kepala Seksi Bimbingan Edukasi Museum Sultra, Rustam Tombili, hewan khas Sultra itu termasuk binatang yang sensitif dengan kehidupan manusia. Di sisi lain, juga salah satu hewan penyabar dan lincah.

“Anoa ini sensitif dengan kehidupan manusia,” katanya, Rabu (3/2/2016).

yamaha

Rustam menuturkan cerita mitos pada zaman dulu, bahwa hewan perkasa ini akan menguji anak jantannya sebelum lepas dari induknya. Ketika itu, terdapat pohon Posingi (bahasa Suku Tolaki) yang digunakan si induk untuk menguji seberapa kuat anaknya nanti hidup mandiri.

“Untuk tahu anak jantannya berani, ada tesnya. Saat pohon Posingi itu berbuah, itu anak jantan berjaga-jaga di bawah pohon menunggu jatuhnya buah. Kalau si jantan bisa menusuk buah yang baru saja jatuh dia bisa dilepas induknya,” tuturnya.

Sehingga karakter anoa yang gesit dan ulet tersebut, menjadi salah satu komponen di lambang Sultra.

Untuk jenisnya, ada disebut Anoa Pegunungan (Bubalus Quarlesi) dan Anoa Dataran Rendah (Bubalus Depressicornis). Kedua satwa ini tinggal dalam hutan yang jarang dijamah manusia. Bahkan sejak tahun 1986, International Union for Conservation of Nature Redlist memasukkan kedua jenis anoa ini dalam status konservasi “Endangered” alias Terancam Punah.

Editor: Gugus Suryaman

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.