Iklan Clarion

Berawal Kampanye Literasi, Duta Bahasa Sultra Ikut Belajar Berbagi

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Kehadirannya mengkampanyekan bahasa Indonesia, membuat duta bahasa harus bekerja keras menjalankan program-program literasi di lingkungan masyarakat.

Ketua IKA Duta Bahasa Sulawesi Tenggara, Muh. Kamaruddin Jamal, menerangkan peran mereka di lingkungan masyarakat tidak sebatas mengajarkan anak-anak binaan arti penting literasi, tetapi ikut mengajarkan banyak hal kepada para pengajarnya.

[ Klik Banner untuk ke Halaman Registrasi ]

“Program dubas (duta Bahasa) membuat hati lebih peka terhadap permasalahan di sekitar kita. Sebenarnya yang diajar itu bukan mereka (anak-anak binaan), tapi diri sendiri. Ibaratnya mengajar diri sendiri,” ujar Kamaruddin yang akrab disapa Komar, Minggu (30/3/2019).

Kamaruddin menambahkan, sejak dirinya aktif di kegiatan duta bahasa 2016 silam, banyak pelajaran terutama tentang pentingnya berbagi diperolehnya bersama rekan-rekannya. Artinya, berbagi tidak selalu berupa uang, tetapi bisa ilmu dan kecerian. Misalnya, salah satu program kerja literasi yang giat dilakukan duta bahasa Sultra, yaitu literasi ceria kepada anak-anak binaan di Tanjung Tiram, Kabupaten Konawe Selatan.

“Berbagi bukan soal materi, tapi kebahagian hati,” tambahnya.

Ketua IKA Duta Bahasa Sultra, Muh. Kamaruddin Jamal.
Ketua IKA Duta Bahasa Sultra, Muh. Kamaruddin Jamal.

Program literasi cerita tersebut dijalankan duta bahasa Sultra angkatan 2016, 2017, dan 2018. Di dalamnya, peserta didik disediakan taman baca dan mengajarkan mereka membaca, menulis puisi, menggambar, membuat majalah dinding, prakarya, drama, mendongeng, dan berbagi kisah inspiratif. Ditargetkan program ini berjalan 5 tahun. Saat ini program memasuki tahun ketiga.

Para pengajar sebanyak 30 orang secara rutin mendatangi lokasi dua hingga tiga kali setiap bulan. Kehadiran mereka juga disambut antusias anak-anak Tanjung Tiram.

“Antusias sekali, hanya awal-awal (pertemuan) orang tua siswa belum terlalu terbuka, tapi lama kelamaan setuju karena didukung Kantor Bahasa seperti diberikan tas, baju kaos ke anak-anak,” lanjutnya.

Melihat keceriaan anak-anak dan dukungan dari berbagai pihak, alumni duta bahasa gencar menyiarkan program-program pendidikan. Selain literasi ceria, program kerja literasi alumni lainnya adalah literasi kerja, literasi mental di rumah sakit jiwa, dan literasi digital di lapas anak. Ini dilakukan untuk membantu pemerataan pendidikan anak-anak Sultra. (Adv)

(Baca juga: Kantor Bahasa Sultra Buka Pemilihan Duta Bahasa 2019)

Laporan: Nely
Editor: Sarini Ido

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.