SULTRAKINI.COM: KONAWE - Lembaga Penelitian, Pengembangan, Pendidikan dan Sosial (LIPPOS) Sultra, bekerjasama dengan Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) UIN Jakarta, mengadakan Sayembara Penulisan Cerpen Berbasis Pantun Lokal untuk Menangkal Radikalisme. Sayembara ini mengangkat tema “Pantun dan Cerpen Merekatkan Kebhinekaan.”

Berhadiah Puluhan Juta, Inilah Sayembara Cerpen untuk Guru SD se-Sultra
Sarmadan (laki-laki) dan panita penyelenggaran Sayembara Cerpen tingkat Sultra (Foto: dok.Sarmadan/SULTRAKINI.COM)

Penanggungjawab program sayembara, Sarmadan menuturkan kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan utama untuk memilih guru yang terampil dalam menulis cerpen. Khususnya cerpen yang diambil dari pentun lokal, guna menangkal radikalisme.

"Upaya menangkal radikalisme secara destruktif dapat ditempuh melalui dunia pendidikan. Salah satunya, melalui penggalian khasanah pantun lokal yang mengandung nilai-nilai kedamaian. Pantun itulah yang kemudian harus mampu di ditransformasikah oleh guru menjadi sebuah bentuk cerpen,” ungkapnya, Rabu (10/1/2018).

Sarmadan menerangkan, peserta yang dapat mengikuti sayembara ini adalah guru-guru SD kelas IV, V, dan VI di Sultra. Setelah itu, akan dipilih lima penulis terbaik yang berhak memperoleh hadiah masing-masing Rp6 juta dari total hadiah Rp 30juta.

"Lima guru yang terpilih juga akan diundang untuk mengikuti pelatihan di salah satu hotel di Kendari. Untuk transportasi, konsumsi, dan penginapan, sepenuhnya akan ditanggung oleh panitia sayembara," jelasnya.

Lanjut Sarmadan, pendaftaran sayembara ini sudah dibuka dan akan berakhir pada tanggal 26 Januari 2018. Biaya pendaftarannya gratis atau tidak dipungut biaya apapun.

Bagi guru yang berminat mengikuti sayembara dan akses informasi lebih jelasnya, silakan menghubungi panitia, yaitu Sarmadan (085241981462), Fernandes Arung (081241248541), atau Zakridatul Agusmaniar Rane (085255530983). Dapat juga melalui email: sarmadan.usnkolaka@gmail.com.


Laporan: Mas Jaya

Tanggapan Anda?

Facebook Conversations