Berkaca dari Kelurahan Bende, si Juara Lomba yang Katanya Inovatif-Kreatif

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Menjuarai lomba kelurahan se-Kota Kendari membawa Kelurahan Bende mewakili Kendari ke tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara. Sejumlah pencapaian dan inovasi-kreatif digalangkan pihak kelurahan hingga ke tahap tersebut.

Sebelum menjadi sang juara lomba kelurahan tingkat kota, Kelurahan Bende melewati tahap seleksi tingkat kecamatan, kemudian bersaing dengan 11 kelurahan di tingkat kota. Alhasil, kelurahan yang dipimpin Amir Yusuf itu menumbangkan perwakilan terbaik dari masing-masing kecamatan di Kendari.

Diterangkan Amir, Kelurahan Bende menduduki peringkat pertama, disusul Kelurahan Mangga Dua (Kecamatan Kendari), lalu Kelurahan Watulondo (Kecamatan Puuwatu).

Bukan perkara mudah hingga berada di posisi itu. Pihak kelurahan harus melewati tahapan seleksi ketat dari Pemkot sampai ratusan poin penilaian. Tiga poin utama dalam penilaian adalah pemerintahan, wilayah, dan kelembagaan.

(Baca: Sang Juara di Perlombaan HUT Kendari ke-188)

Amir mengaku, sejumlah capaian dan inovasi kreatif yang membawa wilayahnya juara. Misalnya, bidang pemerintahan komitmen pihaknya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dengan sistem teknologi informasi, sehingga tidak butuh waktu lama untuk mengurusi administrasi warga, serta pelayanan berstandar operasional prosedur.

“Kami usahakan (pelayanan) Kelurahan Bende tidak sampai 7 menit,” ujar Amir Yusuf, Senin (6/5/2019).

yamaha

Bidang wilayah, diakuinya wilayah Bende memiliki potensi sumber daya manusia dan sumber daya alamnya yang melimpah, misalnya pusat perbelanjaan terbuka, banyaknya pelaku usaha, prioritas penanganan Kali Kadia dan Sungai Wanggu.

Bidang lembaga, Kelurahan Bende memiliki wadah silaturahmi melalui arisan kelurahan, memiliki lembaga kepemudaan bernama Sekretariat Pemuda Kreatif Center untuk mewadahi dan menunjang kreativitas pemuda setempat.

“Kami punya inovasi tambahan, dari kelurahan kreatif kita bangun lagi satu spot lorong hidroponik, salah satu pengembangan green house dari bantuan pemerintah,” terangnya.

Tanaman hidroponik di Kelurahan Bende, Senin (6/5/2019). (Foto: Sarini Ido/SULTRAKINI.COM)

Lorong hidroponik dimaksudkan lurah Bende, yaitu satu kawasan atau spot percontohan pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan tanaman hidroponik yang dikelola dasawisma. Tidak sekadar, memberdayaan, warga setempat juga bakal terbantu dari aspek ekonomi. Nantinya, pedagang sayur yang biasanya masuk di lorong tersebut tidak lagi mendagangkan dagangannya, tetapi membeli sayuran di lokasi itu.

Di satu sisi, pihak kelurahan bakal membangun workshop untuk menampung ide kreatif para pemuda di Bende. Selain juga mengembangkan bank sampah yang lebih dulu diresmikan wali kota Kendari pada November 2017.

“Kita lebih banyak inovasi, kreativitas, terus administrasi juga menunjang,” ucapnya. (Adv)

Editor: Sarini Ido

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.