Berkat Program TMMD Jembatan Penyeberangan Warga Kelokasi Pertanian Direhab 

SULTRAKINI.COM: BUTON – Sejak lima tahun terakhir jembatan yang diakses masyarakat Desa Sangia Arona, Kecamatan Lasalimu Selatan, Kabupaten Buton ke lokasi pertanian seberang bukit perkampungan rusak parah hingga menyebabkan warga harus berjalan kaki. Kini sedang direhab agar dilalui kendaraan.

Hal tersebut berkat program kerja TMMD ke-110 Kodim 1413/Buton dibawah pimpinan Pangdam 143/Hasanuddin Mayjen TNI Andi Sumangerukka, kini jembatan gantung tengah direhab TNI melalui program sasaran fisik sebagai salah satu target pembangunannya.

La Ceng, salah satu warga Desa Sangia Arona mengatakan kondisi jembatan sudah parah sehingga untuk sementara dia dan masyarakat lain menggunakan kayu seadanya pada jembatan gantung untuk bisa dilewati menyeberang.

“Kita pakai kayu sementara, kalau bisa kita upayakan pakai kendaraan tapi dengan kondisi sekarang hanya bisa jalan kaki,” kata La Ceng, Selasa (9/3/2021).

Lokasi pertanian milik La Ceng sendiri akunya, berada sekitar 700 meter dari jembatan sehingga untuk sampai ke lokasi pertanian menghabiskan waktu setengah jam atau lebih. Sementara dengan menggunakan kendaraan roda dua akan jauh lebih mudah dan cepat sampai ditempat tujuan dengan waktu tempuh 10 menit atau lebih cepat.

“Sudah lama, sekitar 5 tahun kita jalan kaki kesana (lahan pertanian). Alhamdulillah nanti kalau sudah jadi jembatannya akan mempermudah kita bertani,” kata La Ceng.

Dia mengatakan, hasil pertaniannya berupa tanaman jangka pendek seperti padi ladang yang dipanen satu tahun sekali dan tanaman sayuran yang lain. Hasil panen padi yang jumlahnya hanya cukup untuk dikonsumsi pribadi, sementara hasil sayuran seperti sawi, cabe, kangkung, tomat, ubi, dan lain lain dijual di Pasar Ambuau.

Dandim 1413/Buton, Letkol Inf Arif Kurniawan mengatakan jembatan gantung di desa ini sebelumnya terbuat dari besi dan akan direnov dengan mengganti besi lama dengan yang baru.

Jembatan ini, lanjutnya, menjadi pilihan target sasaran fisik TMMD ke-110 karena menjadi sarana penyeberangan yang masih digunakan dan sangat dibutuhkan oleh masyarakat untuk keperluan pertanian.

“Jembatan sudah tua karena termakan usia dan masyarakat tetap menyeberang lewat jembatan tersebut,” kata Arif, Selasa (9/3/2021).

Diharapkannya, dengan adanya kegiatan ini masyarakat lebih giat lagi dalam bertani sehingga dapat meningkatkan kualitas dan ketahanan pangan di daerahnya. (C)

Laporan: Aisyah Welina
Editor: Hasrul Tamrin

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.