Bertahun-tahun Menjual Pertalite Diatas HET, SPBU Kompak di Wakatobi Akhirnya Normal

Setelah mendapatkan sorotan atas pelanggaran penjualan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite diatas harga ekonomi tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah, SPBU Kompak yang beroperasi dibawah naungan CV. Fajar Mekar akhirnya menjual Pertalite sesuai ketetapan pemerintah.

SULTRAKINI.COM: WAKATOBI – Sejak bertahun-tahun beroperasi menjual BBM di Wakatobi akhirnya SPBU Kompak milik La Nane yang bergerak dibawah naungan CV. Fajar Mekar menurunkan harga Pertalite sesuai ketetapan pemerintah yaitu Rp 7.850 per liter.

Dimana sebelumnya, SPBU Kompak yang terletak di Kelurahan Mandati I ini menjual BBM jenis Pertalite senilai Rp 8.300 per liter. Bahkan sebelumnya pernah menjual pertalite sampai dengan  harga Rp 8.500 per liter.

Amatan SultraKini.com, SPBU Kompak tersebut kini sudah menurunkan harga BBM jenis pertalite dari Rp 8.300 menjadi Rp 7.850 per liter setelah adanya sorotan dari publik.

Salah seorang karyawan di SPBU Kompak tersebut mengaku, bahwa pihaknya baru menurunkan harga Pertalite di mesin nozzle sekitar tanggal 6 Januari 2020.

“Kami sendiri yang setel mensinya untuk diturunkan harga pertalitenya,” pengakuan Boni, salah seorang karyawan SPBU tersebut, Rabu (13/1/2021).

Pemilik SPBU Kompak Mandati yang juga merupakan Direktur CV Fajar Mekar Wakatobi (Transportir BBM), La Nane saat dikonfirmasi sejak tanggal 11 hingga 13 Januari 2021, ia beralasan sibuk sehingga belum mempunyai waktu untuk di wawancarai.

“Jangan wawancara di hp nanti kita ketemu, tapi jangan dulu sekarang karena saya masih kerja,” kata La Nane saat dihubungi melalui via handphone, pada 11 Januari 2021.

Namun ditanya, kapan mempunyai waktu untuk diwawancara namun tidak memberikan kepastian waktu.

Kemudian, saat di konfirmasi pada tanggal 13 Januari 2021, La Nane kembali beralasan masih sibuk.

Hingga kini, Ia masih enggan untuk berkomentar mengenai pelanggaran di SPBU miliknya. (B)

(Baca juga: Lakukan Sidak, Tim Pengawasan BBM Masih Temukan APMS dan Transportir Nakal di Wakatobi)

Laporan: Amran Mustar Ode
Editor: Hasrul Tamrin

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.