BI Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Sultra 2020 Berkisar 6,7 Persen

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Sulawesi Tenggara memperhatikan kondisi perekonomian terkini khususnya pertumbuhan ekonomi Sultra pada tahun 2020 diperkirakan tumbuh pada kisaran 6,3 persen sampai 6,7 persen (yoy).

Hal ini didukung oleh pertumbuhan ekonomi Sultra pada triwulan IV 2019 tumbuh 6,87 persen (yoy), mengalami akselerasi dibandingkan triwulan sebelumnya yang tercatat 6,43 persen (yoy).

Kepala KPwBI Sultra, Suharman Tabrani, mengatakan sepanjang tahun 2019 perekonomian Sultra tumbuh sebesar 6,51 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan tahun 2018 yang sebesar 6,42 persen (yoy).

“Akselerasi tersebut didukung oleh peningkatan konsumsi pemerintah, perlambatan impor, peningkatan pada lapangan usaha pertambangan, industri pengolahan, konstruksi dan perdagangan,” ujar Suharman, Senin (10/2/2020).

Tercatat kinerja sistem keuangan Sultra hingga akhir 2019 berada pada level yang terjaga tercermin dari pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK), kredit dengan kualitas kredit yang semakin baik. DPK pada triwulan IV 2019 tumbuh sebesar 14,3 persen (yoy) dan turut mendorong fungsi intermediasi perbankan.

“Kondisi ini tercermin dari pertumbuhan kredit yang tumbuh sebesar 16,9 persen (yoy) lebih tinggi dari periode sebelumnya sebesar 12,6 persen (yoy),” kata Suharman.

Penyaluran kredit terbesar masih didominasi kredit konsumsi dengan pangsa 55,7 persen, diikut kredit investasi dan kredit modal kerja dengan pangsa sebesar 23,9 persen dan 20,3 persen. Pertumbuhan kredit tersebut diikuti dengan perbaikan kualitas kredit yang semakin baik.

Sementara itu sistem pembayaran secara tunai tercatat mengalami net outflow sebesar Rp1,61 triliun pada triwulan IV 2019.

“Hal ini didorong oleh pembayaran proyek pemerintah dan periode HKBN pada akhir tahun,” ujarnya.

Sedangkan pada sistem pembayaran secara non tunai, terjadi peningkatan nilai nominal pada triwulan IV 2019 sebesar 143,21 persen (yoy) lebih tinggi dibandingkan peningkatan pada triwulan sebelumnya sebesar 84 persen (yoy).

Untuk di ketahui transaksi melalui Sistem Bank Indonesia Real Time Gross Settlement (BI-RTGS) masih mendominasi transaksi non tunai dengan pangsa sebesar 69,89 persen, diikuti Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) sebesar 30,11 persen.

Laporan: Wa Rifin
Editor: Habiruddin Daeng

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.