BI Sultra Dorong Perbankan di Kendari Terapkan GPN


SULTRAKINI.COM: KENDARI – Bank Indonesia perwakilan Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mengadakan sosialisasi Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) dan penyampaian progress perbankan terhadap program tersebut kepada seluruh pemimpin perbankan yang ada di Kota Kendari.

Kepala BI Perwakilan Sultra, Minot Purwahono mengatakan GPN merupakan salah satu langkah BI juga menjadi harapan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) agar industri keuangan khususnya perbankan tetap tumbuh dengan efisien serta membawa manfaat besar bagi masyarakat luas.

“BI Sultra mengundang seluruh pemimpin perbankan dalam rangka sosialisasi GPN termasuk juga kesiapan perbankan dalam rangka implementasi program GPN,” kata Minot Purwahono, Senin (30/4/2018).

GPN juga akan mendukung implementasi branchless banking atau layanan tanpa kantor untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Perbankan diminta untuk turut menghimbau mitra pedagang agar tidak mengenakan Multi Drug Resistant (MDR) kepada konsumen. Pengaturan besarnya tarif MDR oleh BI dimaksudkan untuk memberikan kesempatan kepada perbankan/industri melakukan investasi dan pengembangan sistem IT nya.

“BI siap memberikan sosialisasi kepada merchant mitra perbankan terkait GPN dan pengenalan MDR,” tambah Minot.

Perbankan di Kendari dalam sosialisasi GNP banyak yang menyatakan kesiapannya untuk menyukseskan program GPN. Umumnya perbankan di Kota Kendari masih menunggu pengiriman kartu baru dengan logo GPN dari kantor pusatnya masing-masing.

Mayoritas kartu berlogo GPN sudah bisa didapatkan oleh nasabah di Kota Kendari secara bertahap pada Mei 2018.

“Pertemuan ini juga dimanfaatkan untuk memastikan kesiapan perbankan di Kendari dalam mendistribusikan kartu berlogo GPN,” lanjutnya.

Kepala OJK Sultra, Muh. Fredly Nasution mengungkapkan pihaknya memastikan perbankan mengikuti aturan GPN untuk pelayanan kepada masyarakat.

“OJK akan memastikan perbankan mengikuti aturan terkait GPN,” ucapnya.

Dilansir dari liputan6.com, keuntungan menggunakan kartu debet berlogo GPN, yakni biaya transaksi lebih murah; koneksi dengan seluruh perbankan menjadi lebih mudah di seluruh Indonesia, sebab kartu berlogo GPN digunakan di mesin EDC bersama; Kepala Departemen Elektronifikasi dan GPN Bank Indonesia, Pungky P. Wibowo juga mengklaim keamanan data nasional lebih aman sebab transaksi diproses di dalam negeri. Termasuk biaya transaksi penarikan atau transfer tunai di ATM lebih murah. Namun besarannya tergantung kemampuan setiap bank, penurunannya berkisar Rp 1.000 atau Rp 2.000.

 

Laporan: Rifin

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.