Iklan Clarion
Festival Pesona Budaya Tua Buton

Bibit Rumput Laut di Muna Bakal Diganti, Tekniknya Pakai Kultur Jaringan

SULTRAKINI.COM: MUNA – Di tengah menjelitnya produksi rumput laut di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, tak jarang petani rumput laut menemukan kendala, seperti tanaman kerdil atau tiba-tiba mati. Kondisi ini merupakan salah satu ancaman menurunnya hasil produksi dari wilayah setempat.

Menurut Kepala Bidang Pengelolaan Budidaya Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan Muna, Akira, masalah dialami petani rumput laut, yakni bibit. Jenis yang digunakan selama ini dianggap tidak tahan dengan kondisi ekstrim. Pihaknya berencana mengganti bibit jenis Cottoni yang awalnya digunakan petani ke pengembangan jenis Eucheuma Cottoni melalui kultur jaringan.

Pemilihan jenis bibit diakui Akira dengan melihat hasil produksinya yang baik di daerah lain. Dimana awalnya daerah tersebut juga pernah mengalami permasalahan seperti petani rumput laut di Muna.

Jenis Eucheuma Cottoni dari kultur jaringan dinilai cocok dengan kondisi ekstrim dan hasil produksinya tinggi. “Induk salah satu indikator bibit bisa bertumbuh dengan baik atau tidak. Karena itu kami harap agar para nelayan budidaya rumput laut di Muna mengganti bibit yang mereka pakai saat ini dengan bibit kultur jaringan,” kata Akira kepada SultraKini.Com, Jumat (3/8/2018).

Untuk diketahui pasca melakukan kajian bersama anggota Komisi II DPRD Muna, Pemerintah Daerah melalui Dinas Kelautan dan Perikanan Muna menyimpulkan kondisi tersebut kemungkinan besar disebabkan dari bibit yang dipakai para petani budidaya rumput laut yang tidak baik.

Salah satu cara mengatasinya, anggota Komisi II DPRD Muna melakukan kunjungna kerja ke Balai Perikanan Budidaya Air Payau Kabupaten Takalar, Makassar pada 2 Agustus lalu. Kedatangan mereka sekaligus konsultasi pengembangan tanaman rumput laut jenis Eucheuma Cottoni melalui kultur jaringan. Oleh Kepala Seksi Uji Terap Teknis dan Kerja Sama, Andi Elman, S.Pi, para dewan juga diajak melihat langsung proses pembuatan bibit kultur jaringan di Laboratorium Balai Perikanan Budidaya Air Payau Takalar.

Laporan: Arto Rasyid
Editor: Sarini Ido

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.