SUARA

Bicara Perekrutan CPNS, Bupati Mubar Larang Warganya Jual Tanah

SULTRAKINI. COM: MUNA BARAT – Bupati Muna Barat (Mubar), LM. Rajiun Tumada melarang warganya menjual tanah hanya untuk ‘menyuap’ oknum pada penerimaan CPNS. Hal ini dikatakannya, pasca beredar informasi perekrutan CPNS 2018.

Rajiun mengapresiasi adanya perekrutan CPNS, meski tak mengetahui pasti kebenarannya. Namun demikian, dia tetap menekankan kepada warganya untuk tidak terlibat ‘suap menyuap’ demi memuluskan kelulusan tersebut. Kata dia, prioritas pelamaran CPNS bisa memperlihatkan bukti kartu tanda penduduk dan berdomisili di Mubar.

“Bicara teman, keluarga sudahlah. Ini bicara kepintaran, bukan bicara duit atau uang,” kata Rajiun, Rabu (24/1/2018).

(Baca: Penerimaan CPNS 2018 Bakal Dibuka April Mendatang)

Untuk itu, dirinya meminta kepada semua pihak tidak mempercayai oknum yang menawarkan kelulusan bagi para peserta dengan mencatut namanya.

yamaha

“Masyarakat Mubar adalah semua masyarakat saya, tentu saya tidak mau dikotori dengan hal-hal seperti itu,” tambah Rajiun. 

Sementara itu, Sekretaris Badan Kepegewaian dan Diklat Mubar, Eko Sudiyanto menjelaskan untuk tenaga PNS masih sangat dibutuhkan di wilayah tersebut. Utamanya tenaga guru, kesehatan, administrasi, dan tenaga teknis.

“Kita masih butuh banyak pegawai yang sudah PNS. Karena sampai saat ini kita masih kekurangan pegawai atau penambahan PNS untuk ditempatkan di Mubar,” ucap Eko.

Laporan: Akhir Sanjaya

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.