BNNP Sultra Minta Guru Berperan Tangkal Peredaran Gelap Narkoba

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Tenggara meminta semua guru di Kota Kendari agar mencegah peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekolah atau pendidikan.

Kepala BNNP Sultra, Brigjen Pol Ghiro Prawijaya, mengatakan seorang guru mempunyai peranan besar dalam memberikan pengetahuan kepada siswa, sebab guru yang akan mendidik hingga menjadi generasi yang baik.

“Guru itu kan bukan hanya mengajar tetapi mendidik. Salah satu tugasnya adalah pendidikan, mendidik. Mendidik itu bagaimana manusia berperilaku dan bagaimana manusia itu menghormati orang lain, bisa memperlakukan dirinya dengan baik sehingga kami menggunakan mereka supaya bisa mendidik (siswa) untuk anti-narkoba,” jelas Ghiri usai Bimbingan Teknis P4GN di instansi pendidikan di Kendari yang berlangsung 29-30 Juli 2020.

Menurut Ghiri, guru juga merupakan garda terdepan mendidik para murid sehingga meminimalisir penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

“Kita mengharapkan guru bisa menjadi contoh, bisa memberikan teladan, bisa menjelaskan, mengajarkan, membimbing dan kemudian mendidik yang terpenting bagaimana bisa mengkampanyekan anti-narkotika, jadi kader-kader anti-narkotika,” ucapnya.

Seorang siswa dapat terhindar dari bahaya penyalahgunaan narkoba. Mereka juga bisa mengeksplor hal-hal baik kepada rekan-rekannya dan lingkungan sekitarnya.

“Sehingga diharapkan (pengguna) narkoba akan turun, dengan harganya turun maka tidak ada pengguna lagi. Lebih baik kita mencegah dari pada kita mengungkap itu prinsipnya,” tegasnya.

Semantara itu, Muhammad Rasman, peserta pelatihan mengaku selalu memberikan edukasi tentang bahaya narkoba keapada sisiwanya melalui mata pelajaran POJK.

“Alhamdulillah sudah berjalan dengan baik karena di khusus mata pelajaran saya POJK, itu ada materi-materi tentang narkoba jadi setiap materi tersebut disampaikan kepada siswa-siswa yang saya ajarkan. Kami juga berharap siswa kami tidak ada yang terlibat peredaran ataupun penggunaan gelap narkoba,” ujar guru Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan (POJK) SMKN 1 Kendari tersebut.

Peserta lainnya, Guru Agama SMAN 10 Kendari, Tuneng mengatakan dalam melakukan upaya pencegahan narkoba pihaknya selalu bekerja sama dengan BNN dan dinas kesehatan di tingkat kecamatan.

“Pertama itu kami mengadakan kerja sama dengan pihak-pihak terkait, utamanya dari kesehatan dan BNN dan itu hampir setiap saat mereka datang memberikan sosialisasi tentang bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Sebelum corona itu mereka selalu datang memberikan sosialisasi P4GN,” terang Tuneng. (B)

Laporan: Hasrul Tamrin
Editor: Sarini Ido

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.