Iklan Clarion

Bombana Kedatangan Dokter Traveling, Ini Empat Lokasi Kunjungannya

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Kabupaten Bombana akan kedatangan dokter traveling. Para dokter ini berasal dari Tim Bantuan Medis (TMB) Ischiadicus Fakultas Kedokteran Universitas Halu Oleo Kendari, Sulawesi Tenggara untuk tujuan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat pesisir, terpencil, dan jauh dari pusat pelayanan kesehatan selama tiga hari.

Kehadiran TBM Ischiadicus dijadwalkan mulai 15-17 Desember 2017 di empat desa Kecamatan Poleang, Kabupaten Bombana. Keempat lokasi itu, yakni Desa Larete, Lamoare, Lemo, dan Desa Terapung.

Menurut Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Fakultas Kedokteran, UHO, dr. Ashaeryanto, MMedEd, dipilihnya Bombana sebagai tujuan dokter traveling sebab masyarakat di daerah ini dianggap kurang mengunjungi pusat pelayanan kesehatan.

“Setelah dilakukan survei dari Tim Bantuan Medis Ischiadicus di Bombana melalui observasi, wawancara dokter yang ada di Bombana mengatakan bahwa kecenderungan partisipasi masyarakat Bombana untuk mengunjungi pusat-pusat layanan kesehatan masih kurang. Maka dari itu, kami mencoba mendekatkan diri agar masyarakat mau mengunjungi layanan kesehatan,” jelas Ashaeryanto, Jumat (15/12/2017).

Selama tiga hari itu, masyarakat bisa memanfaatkan pelayanan kesehatan berupa cek kadar gula darah, kadar kolesterol, dan pelayanan kesehatan lainnya dari 15 dokter yang tergabung dari TBM, dokter dari Bombana, dan dokter fakultas. Ada juga sekitar 60 mahasiswa yang terbagi atas 20 mahasiswa program profesi dan 40 mahasiswa tahap sarjana.

Baca Juga

“Kita sudah mempersiapkan jauh hari, didukung dari Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara, UHO dalam penyediaan bis sebagai transportasi kesana, Dinas Kesehatan Bombana dalam hal ini penyediaan obat-obatan, dari Kendari, Pemerintah Kabupaten Bombana, dan koordinasi beberapa sesa, camat di daerah tersebut,” terang Ashaeryanto.

Selain Bombana, dokter traveling juga menargetkan untuk wilayah kepulauan sebagai bentuk membangkitkan jiwa kemanusiaan melayani masyarakat yang berada di kategori pesisir, terpencil, dan jauh dari pusat pelayanan kesehatan.

“Setelah Bombana kita akan lihat lagi, karena program kesehatan direncanakan akan dilakukan di kepulauan, kalau bisa. Sebelumnya kita sudah mengirimkan tim medis satu minggu yang lalu di salah satu pulau terpencil, yaitu Pulau Baho di belakang Saponda, daerah Konawae Selatan bersama tim Sultra MLKer,” kata Ashaeryanto.

Laporan: Mita

Komentar
Loading...