Iklan Clarion

BPBD Kendari akan Keruk Sedimen Lumpur di Kali Sebelum Kembali Banjir

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Salah satu upaya akan dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kendari dalam waktu dekat, sebagai upaya pencegahan dini bencana banjir dengan melakukan pengerukan sedimentasi di seluruh kali di 11 kecamatan di Kota Kendari.

Kepala BPBD Kota Kendari, Suhardin mengatakan musim hujan sudah mulai sejak Maret lalu dan berdasarkan prediksi BMKG bahwa, bulan April mengalami peningkatan curah hujan. Salah satu upaya pencegahan banjir, yakni mengeruk sedimen di kali.

“Kami sudah menentukan titik-titik, sekitar 26 lokasi di 11 kecamatan yang ada di Kota Kendari. Kita sudah membentuk tim khusus Satgas untuk menaikkan sedimen-sedimen dan lumpur-lumpur tanah yang ada di kali. Mudah-mudahan minggu depan kita sudah mulai beraksi,” ucap Suhardin ditemui SultraKini.Com usai rapat pembentukan Satgas operasi siaga darurat penanganan darurat bencana banjir di kantor Wali Kota Kendari, Selasa (3/4/2018).

Dalam upaya melakukan pengerukan sedimentasi ini, BPBD akan dibantu sejumlah SKPD, jajaran petugas kebersihan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, petugas Pemadam Kebakaran, Kepolisian, dan jajaran TNI.

“Diperkirakan total yang akan bekerja ini sekitar 150 orang, itu akan dilakukan secara serentak menyisir
kali-kali yang ada, mulai dari bagian Kecamatan Kendari Barat sampai Baruga,” jelasnya.

Salah satu penyebab banjir di Kendari beberapa tahun terakhir ini, lanjutnya, akibat banjir kiriman dari Kabupaten Konawe dan Kabupaten Konawe Selatan. Sebab Kendari merupakan lokasi aliran air (hilir) menuju teluk.

“Sebenarnya kalau Kota Kendari saja tidak terlalu seberapa, karena ada kiriman itu jadi terlalu tinggi, seperti di Kali Wanggu,” tambahnya.

Selain banjir, BPBD juga sudah melakukan langkah-langkah antisipasi bencana angin puting beliung yang beberapa hari terakhir terjadi di Kecamatan Poasia, Puuwatu, dan Kecamatan Mandonga.

Data BPBD 2017, akibat puting beliung ada sekira 166 pohon tumbang yang berakibat kerugian sekira Rp 3 miliar rupiah termasuk bencana tanah longsor di sejumlah kecamatan.

“Puting beliung ini yang parah sekitaran Kelurahan Poasia, jadi ini menjadi fokus perhatian kami,” ungkapnya.

 

Laporan: Hasrul Tamrin

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.