SULTRAKINI.COM: KONAWE KEPULAUAN - Desa Tekonea, Kecamatan Wawonii Timur berubah bersih dan indah. Desa yang berada sekitar 40 kilometer dari ibu kota Kabupaten Konawe Kepulauan, Sulawesi Tenggara ini, nampak cerah sejak awal memasuki kawasan desa.

Bupati Konkep Apresiasi Kekompakan Warga Tekonea Hadapi Lomba P2WKSS
Penilaian lomba P2WKSS tingkat Provinsi Sultra di Desa Tekonea, Kecamatan Wawonii Timur, Kabupaten Konawe Kepulauan. (Foto: Kalvin/SULTRAKINI.COM)

Sebanyak 480 jiwa terdiri dari 133 Kepala Keluarga (KK) hidup di Desa Tekonea yang umumnya bermata pencaharian sebagai petani.

Menuju Desa Tekonea, mata akan terpanah dengan warna warni rumah dengan perpaduan biru, hijau muda dan kuning serta pagar warga setempat perpaduan warna merah dan putih. Karya seni Pemerintah Daerah dan warga setempatlah yang mengubah suasana desa tersebut, untuk dipersiapkan mengikuti perlombaan Peningkatan Peranan Wanita Keluarga Sehat Sejahtera (P2WKSS) tingkat Provinsi Sultra.

Kawasan Desa Tekonea, Kecamatan Wawonii Timur, Kabupaten Konawe Kepulauan nampak indah dan bersih sejauh mata memandang. (Foto: Kalvin/SULTRAKINI.COM)

Aspek terpenting yang dirubah adalah pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Misalkan yang tadinya masih banyak rumah belum miliki jamban, diberi penyadaran agar miliki jamban. Yang lebih penting perilaku hidup bersih dimulai dengan cara cuci tangan yang benar.

Melalui lomba ini, warga diberi bekal ilmu dari Dinas Kesehatan, kemudian peningkatan keagamaan dengan pemberian bantuan Al Quran terhadap guru mengaji, rehap rumah warga yang tidak layak huni serta penataan berbagai pelayanan tingkat desa. 

Pelaksana Desa Tekonea, Suhail mengakui kemajuan desa yang dipimpinnya setelah ditunjuk mewakili Konkep dalam lomba P2WKSS.  Lomba ini menitiberatkan terhadap pemberdayaan perempuan dengan segala pengetahuan dan kecerdasan, dan keterampilannya di lingkungan masyarakat.

"Hal yang paling dinikmati warga itu terwujudnya pembangunan pendidikan anak usia dini (Paud). Rehap rumah tidak layak huni serta pembuatan jamban keluarga kepada 55 KK. Kemudian perubahan pola pikir masyarakat dari ketidaktahuan mengelola lingkungan itu berubah menjadi lebih baik," jelas Suhail di lokasi penilaian lomba. 

Wakil Ketua Tim Penilai Lomba P2WKSS yang juga menjabat Kepala Dinas Perlindungan Perempuan dan Perlindungan Anak,  Zuhuddin Kasim menjelaskan bahwa Konkep merupakan kabupaten ke-9 yang sudah dinilai. Keikutsertaan dalam P2WKSS, tak lain untuk meningkatkan peran perempuan di segala aspek meliputi aspek kesehatan, pendidikan, keagamaan, pertanian dan berbagai unit lainnya.

"Tim kami turun menilai berbagai aspek tadi. Sesungguhnya desa yang diusulkan ikut lomba adalah desa yang terbilang belum maju, sehingga hadirnya lomba ini bisa merubah wajah pembangunan desa," ujarnya usai melakukan penilaian di Desa Tekonea, Senin (16/10/2017).

Struktur organisasi Desa Tekonea, Kecamatan Wawonii Timur, Kabupaten Konawe Kepulauan. (Foto: Kalvin/SULTRAKINI.COM)

Sementara itu, Bupati Konkep,  Amrullah didampingi Wakilnya dan Sekda, optimis bisa meraih predikat baik dalam lomba ini. Indikatornya tentu selain mempertahankan capaian tahun lalu dimana Desa Noko di Kecamatan Wawonii Timur Laut keluar sebagai juara umum dalam lomba P2WKSS.

"Saya mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat mendukung lomba. Hal ini terlihat dengan perbaikan secara gotong royong jalan-jalan desa serta aspek lainnya sudah dianggap maksimal. Kami berharap bisa meraih juara seperti tahun lalu," harap Amrullah. (ADV)


Laporan: Kalvin

Tanggapan Anda?

Facebook Conversations