SULTRAKINI.COM:KONAWE SELATAN- Bupati Konsel, H. Surunuddin Dangga, ST., MM., dan Wakilnya Dr. H. Arsalim Arifin, SE., M.Si menggelar rapat kerja tentang pembangunan Tingkat Kecamatan Konda, didampingi para Staf Ahli dan kadis terkait yang diikuti oleh Camat dan Kades se-Kec Konda di Balai Pertemuan Kecamatan, Kamis 9/11/2017.

Bupati Konsel Tekankan Kades Se-Kecamatan Konda Miliki Produk Unggulan
Bupati Konsel, Surunuddin (tengah) dan Wakil Bupati Konsel, Arsalim (Kedua dari kiri) saat Raker di Kec Konda. (Foto: Adryan Lusa/SULTRAKINI.COM)

Dalam arahannya, Bupati Konsel H.Surunuddin mengatakan bahwa penggunaan Dana Desa (DD) harus melihat potensi yang ada di desa dan menjadikan potensi tersebut sebagai produk unggulan, yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan warganya. Apalagi wilayah konda masih termasuk pinggiran kota, seyogyanya tingkat perekonomian warganya diatas rata-rata.

"Pemdes dituntut untuk memetakan unggulan desanya, dan fokus mengembangkannya agar hasilnya benar-benar maksimal, serta memberdayakan warga. Misalnya bidang peternakan Sapi dan ayam, pertanian atau perbengkelan dan lain-lain.  DD dikucurkan kesitu dengan membentuk komunal agar lebih terkoordinasi dengan baik, dan hasilnya dikelola melalui Bumdes yang keuntungannya bisa dirasakan bersama, daripada Bumdes dijadikan simpan pinjam yang susah berkembang cepat," katanya.

Lebih lanjut dia mengatakan untuk tidak membiarkan masyarakat bekerja sendiri, karena tugas pemerintah desalah membantu memikirkan solusi dan memasarkan hasil unggulan tersebut. Jika desa ingin maju, mulai saat ini harus memperhatikan komoditas unggulannya. Jika masih terkendala dengan dana, Pemda Konsel berjanji akan membantu melalui dinas terkait yang sasarannya adalah pengentasan kemiskinan dan peningkatan ekonomi masyarakat, dan setiap proyek yang berjalan di desa, harus mengutamakan tenaga kerja dari warga setempat.

"Seperti pengolahan sawah Jika warga beramai-ramai mengerjakannya, tentu gajinya akan kembali beredar di sekitar desa tersebut. Daripada sewa alat yang hasilnya dibawah ke kota, berdampaknya perputaran ekonomi desa melambat, karena dana di pakai di tempat lain," ucapnya

Terkait masalah potensi unggulan desa, hal tersebut untuk membantu masyarakat keluar dari ketertinggalan. Surunuddin juga menegaskan, sebelum dikeluarkan perbup tentang pengelolaan DD, pihakna akan roadshow ke desa-desa untuk mengecek langsung dan menanyai kepada setiap kades apa komoditas unggulan yang ada di desanya yang wajib di kembangkan.

Untuk Tahun 2018, pengelolaan DD akan di awasi langsung juga oleh kepolisian bersama pemda yang akan dituangkan dalam MoU kerjasama, hal ini bertujuan agar penggunaanya tidak di selewengkan dan tidak salah sasaran, serta untuk menunjang pembangunan. Olehnya akan didata ulang masalah Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang saat ini datanya tidak sesuai dengan fisik dilapangan.

"Tahun 2018, semua bantuan warga tidak mampu, baik PKH, Ranstra, listrik, gas dll akan disatukan dalam satu kartu, yang syarat mutlaknya harus memiliki KTP-el. Jadi kades segera mendata ulang warga yg belum miliki KTP-el untuk dibuatkan segera dengan cara langsung ke kantor Discapil atau kami datangkan Discapil melakukan perekaman di desa. Apalagi Tahun 2018 penerima bantuan PKH bertambah 12.000 KPM, yang nilainya kurang lebih Rp 41 M uang yang akan beredar di Konsel. Jadi jangan hanya masalah KTP-el pencairan tertunda," tuturnya

Hal tersebut dilakukan pihak Pemda Konsel semata-mata untuk meningkatkan pembangunan yang dimulai dari desa, bertujuan untuk pengentasan kemiskinan, menciptakan lapangan kerja dan peningkatan tingkat perekonomian warga sehingga terbentuk Desa Mandiri sesuai slogan Pemda Konsel "Desa Maju Konsel Hebat".


Laporan: Adryan Lusa

Tanggapan Anda?

Facebook Conversations