Pilkada koltim

Buruh Pelabuhan di Kendari Terima Dana Pensiun dari BPJS Ketenagakerjaan

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Salah satu anggota buruh pelabuhan Koperasi Karyawan Karya Bahari TKBM Pelabuhan Kendari, La Hadini menerima dana pensiun dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan cabang Kendari senilai Rp 10 juta.

La Hadini merupakan salah seorang anggota TKBM buruh pelabuhan yang bekerja sekitar 30 tahun. Namun baru terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan nanti di tahun 1993, kala itu masih Jamsostek.

“Saya kerja di pelabuhan sekitar 30 tahunan masih kapal-kapal kayu waktu itu yang muat-muat beras, semen. Nanti belakangan ini baru saya terdaftar di Jamsostek,” terang La Hadini di kediamannya, Selasa (17/9/2019).

Namun karena usianya mulai menua memasuki usia 57 tahun, dirinya tidak sanggup lagi bekerja sebagai buruh dan memilih akan merantau di daerah Papua tempat kerja anaknya. Olehnya ia meminta izin untuk pensiun dini.

Dia mengaku, sejak terdaftar di BPJS ketenagakerjaan ia bekerja lebih nyaman dan tidak khawatir. Meskipun hal-hal yang tidak dikehendaki dalam bekerja bisa saja dialami, tapi adanya bantuan BPJS Ketenagakerjaan risiko pekerjaanpun lebih terjamin.

Pilkada

“Alhamdulillah, BPJS Ketenagakerjaan ini bagus sekali, ibarat kata sama dengan kita menabung karena saya ini jujur saja tidak sangka-sangka ternyata saldo simpanan yang dibayarkan tiap bulan oleh koperasi sudah 10 juta, tentu saya bersyukur sekali,” ucapnya.

Dirinya berterimakasih kepada pihak Koperasi TKBM Pelabuhan Kendari yang sudah mempekerjakannya selama ini dan atas kepercayaan terhadap BPJS Ketenagakerjaan sebagai lembaga jaminan sosial ketenagakerjaan.

“Saya sangat berterima kasih sekali pada koperasi TKBM dan juga Jamsostek sudah menyalurkan bantuan jaminan klaim pensiun saya,” tambahnya.

Data BPJS ketenagakerjaan, jumlah anggota TKBM koperasi pelabuhan terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan sebanyak 216 orang dan jumlah TKBM keseluruhan sekitar 2.676 peserta. Dengan jaminan kepesertaan, jaminan kecelakaan kerja (JKK), jaminan pensiun, dan jaminan kematian.

Laporan: Hasrul Tamrin
Editor: Sarini Ido

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.