000 HPN Prov

Butur Darurat Banjir dan Tanah Longsor

SULTRAKINI.COM: BUTON UTARA – Dalam kurun waktu satu bulan, sudah tujuh kali terjadi banjir di wilayah Kabupaten Buton Utara (Butur). Bencana alam tersebut telah menelan seorang korban meninggal dunia, serta ratusan hektar sawah gagal panen.

Pelaksana Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buton Utara (Butur), LM Yurif Halir mengatakan, pihaknya belum memiliki data valid berapa kerugian warga akibat bencana banjir tersebut. Namun diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. 

Pak Charles, sapaan LM Yurif Halir, menambahkan, saat ini pihaknya masih terfokus pada upaya evakuasi dan penyelamatan warga. Sebab, banjir ini sudah tujuh kali terjadi dalam sebulan. 

“Pada bulan Mei lima kali, yaitu tanggal 12, 14, 18, 27 dan 28. Sedangkan di bulan Juni tanggal 4 dan 7,” kata Charles saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (7/6/2017).

Hari ini, sambung mantan Kadis Pendapatan Butur ini,  banjir kembali terjadi di wilayah Kecamatan Bonegunu meliputih Desa Ronta,  Rante Gola,  Gunung Sari,  Wa Ode Angkalo,  Ngapa Ea,  Kioko dan Damai Laborona. Sedangkan Kecamatan Kambowa, yakni Desa Lahumoko,  Bubu,  Morindino dan Kambowa. 

“Di Desa Ronta ketinggian airnya sampai 1,5 meter,” paparnya. 

Sementara banjir yang terjadi di Desa Lambale dan Kotawo, Kecamatan Kulisusu Barat pada tanggal 4 Juni lalu memakan seorang korban jiwa. Banjir datang pukul 21.00 Wita dengan ketinggian air lebih dari dua meter. 

Bencana alam ini mengakibatkan kerugian materil yang tidak sedikit. Sebab, ratusan hektar sawah gagal panen. Demikian pula dengan puluhan karung gaba dan mesin penggilingan padi ikut terendam, serta tanaman nilam hanyut terbawa arus. 

“Kita belum ada data kerugian materil,  tapi prediksi sementara ratusan juta,” katanya.

Bagaimana dengan bantuan kepada para korban banjir?  Charles menjelaskan, Pemda sudah memberikan bantuan berupa beras, mie instan dan air mineral. Bantuan yang sama juga datang dari para donatur,  seperti Bank Sultra, PT Askrida, Butur Trail Comunity (BTC), Notaris Handri Jufri dan Irwan Addy.

“Saat ini kami menetapkan status darurat bencana banjir,  air pasang dan tanah longsor,” pungkas Charles didamping Kabid Pencegahan dan Kesiap Siagaan,  Husima. 

Sementara itu,  Wasekum BTC Muh. Aswan Naim Mbai mengatakan, puluhan offroader yang tergabung dalam BTC dan Bank Sultra melakukan bakti sosial di Desa Lambale dan Kotawo, Selasa (6/6).

Dalam kegiatan tersebut BTC memberikan bantuan ratusan dus mie instan dan air mineral kepada para korban banjir.  “Bakti sosial ini sebagai bentuk kepedulian kita kepada sesama umat manusia terutama kepada korban banjir di Kecamatan Kulisusu Barat,” kata Aswan.

Sementara Kepala Cabang Bank Sultra, Taufiq Akbar menuturkan, pihaknya bersama BTC sering melakukan kegiatan-kegiatan bersifat kemanusiaan, entah itu bakti sosial atau yang lainnya. Olehnya itu,  ia berharap program yang sudah berjalan ini dapat dipertahankan, sehingga eksistensi offroader BTC dan Bank Sultra yang bermitra dengan pemerintah, bukan hanya berpacu di bidang gas dan urusan keuangan serta kredit, tapi harus berjiwa sosial.


Laporan: Harto Nuari

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.